Banjir di Pati Mulai Surut, Desa Terdampak Menyusut Jadi 60

Banjir di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. (Istimewa)

Pati, Lintasmuria.com – Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Pati, sejak awal Januari 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat jumlah desa yang masih terdampak banjir terus menurun seiring surutnya genangan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data terbaru, desa terdampak kini tersisa 60 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Angka ini menurun drastis dibandingkan sebelumnya yang mencapai 136 desa di 12 kecamatan.

“Berdasarkan data per Rabu (21/1), jumlah desa terdampak banjir yang terjadi sejak 9 Januari 2026 berkurang menjadi 60 desa karena banyak wilayah yang mulai surut,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya, kemarin.

Adapun desa-desa terdampak tersebar di Kecamatan Pati sebanyak tujuh desa, Juwana 23 desa, Kayen lima desa, Jakenan delapan desa, Sukolilo tiga desa, Dukuhseti tiga desa, dan Gabus 11 desa.

Meski kondisi mulai membaik, dampak banjir masih cukup besar. BPBD mencatat sebanyak 8.998 rumah terdampak, melibatkan 10.790 kepala keluarga atau sekitar 29.712 jiwa. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 563 keluarga atau 1.624 jiwa yang tersebar di tempat pengungsian umum maupun tinggal sementara di rumah saudara yang tidak terdampak banjir.

BPBD bersama unsur Forkopimda serta pemerintah di tingkat kabupaten hingga desa terus melakukan langkah penanganan darurat, termasuk menyiapkan lokasi evakuasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga warga keselamatan maupun kesehatan dikarenakan curah hujan yang masih tinggi,” ujarnya.

Untuk menjamin ketersediaan konsumsi bagi warga terdampak, dapur umum juga telah didirikan di seluruh kecamatan yang masih dilanda banjir. Dapur umum ini dikelola bersama BPBD dan sejumlah instansi terkait, serta relawan kemanusiaan.

Di lapangan, sejumlah warga mengaku sudah lebih dari sepekan bertahan dengan kondisi banjir. Sulis, warga Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, mengatakan banjir kali ini kembali menguji kesabaran warga.

“Pengalaman sebelumnya, banjir surut butuh waktu lama, sekitar sebulan lebih karena banjir yang terjadi selain faktor curah hujan tinggi juga limpasan air Sungai Silugonggo,” ujarnya. (red)

Exit mobile version