Jepara, Lintasmuria.com — Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Demak membahas rencana revitalisasi jalur alternatif Jepara–Demak–Semarang. Pembahasan tersebut dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengatasi kemacetan di jalur utama.
Rencana itu dibahas dalam pertemuan antara Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Bupati Demak Estianah di Pendapa Kabupaten Demak, Rabu (28/1/2026).
Jalur alternatif yang direncanakan akan melewati Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dan Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kelancaran konektivitas antarwilayah,” kata Witiarso Utomo, Jumat (30/1/2026).
Witiarso menjelaskan, salah satu fokus revitalisasi adalah jembatan penghubung di perbatasan Jepara–Demak, tepatnya di wilayah Kedung Malang. Selama ini, jembatan tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan roda empat.
“Jembatan ini dianggap terlalu kecil untuk jalur penghubung dua kabupaten. Rencananya, jembatan ini akan diperlebar,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalur utama Semarang–Demak–Jepara selama ini sering mengalami kemacetan sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dan mobilitas masyarakat tidak efisien.
“Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap arus perekonomian maupun sektor pariwisata. Jika jalur yang dilalui macet, tentu dampaknya tidak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisata,” katanya.
Pemkab Jepara berharap jalur alternatif Demak–Jepara dapat difungsikan secara optimal. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, perjalanan Semarang–Jepara ditargetkan dapat ditempuh dalam waktu satu hingga dua jam.
“Harapannya, dengan jalur alternatif yang lebih layak dan lancar, perekonomian dan pariwisata di Jepara maupun daerah sekitar dapat berkembang lebih baik,” pungkasnya. (Red)
