Grobogan, Lintasmuria.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, sejak Minggu malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari memicu banjir di sejumlah wilayah. Sedikitnya delapan kecamatan dilaporkan terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.
Delapan kecamatan tersebut meliputi Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, dan Pulokulon. Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengatakan air mulai masuk ke permukiman dan jalan raya sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi itu dipicu sungai yang tidak mampu menampung debit air kiriman akibat cuaca ekstrem.
”Kami menerima laporan banjir di delapan kecamatan. Tim kami sudah berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan tindakan darurat,” ujar Wahyu.
Banjir terparah terjadi di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai kurang lebih 1 meter. BPBD memprioritaskan evakuasi warga di titik tersebut.
”Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Saat ini personel sedang melakukan evakuasi di Perumahan Permata Hijau (Kalongan) dan Perumahan Janur Kuning di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh,” lanjutnya.
Di Dusun Legundi, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, sekitar 30 warga melakukan evakuasi mandiri setelah wilayah mereka terendam setinggi 50 sentimeter akibat luapan Sungai Peganjing.
Genangan juga terjadi di Simpanglima Purwodadi dengan ketinggian hingga 40 sentimeter. Sementara di Jalan Raya Kedungjati–Salatiga, air sempat menggenang setinggi 20 sentimeter dan kini dilaporkan mulai surut.
Di Kecamatan Gubug, tepatnya Dusun Sasak, Tegalrejo, dan Bantengan, Desa Penadaran, banjir mencapai 30–50 sentimeter. Sedangkan di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, tanggul Sungai Jajar jebol dan air masuk ke permukiman warga.
Meski di Desa Tajemsari dan Desa Sukorejo air mulai surut, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
”Kami terus memantau perkembangan melalui grup koordinasi kebencanaan dan sistem aplikasi SIGANA. Update mengenai kondisi lapangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Red)
