Banjir Grobogan Meluas, 9.736 KK dan 130 Hektare Sawah Terendam

Banjir di kawasan Simpang Lima, Grobogan. (Istimewa)

Grobogan, Lintasmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan mencatat sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) di 45 desa terdampak banjir akibat hujan deras dan luapan sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan hujan lebat terjadi sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin (16/2) dini hari. Selain merendam permukiman dan infrastruktur, banjir menyebabkan satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh.

Banjir dipicu curah hujan tinggi dan meningkatnya debit Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi yang meluap ke permukiman warga. Sejumlah tanggul juga dilaporkan jebol, di antaranya di Sungai Cabean Desa Tajemsari (Tegowanu), Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Klampisan (Mojoagung, Karangrayung), serta Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung (Tegowanu).

Di Kecamatan Godong, banjir diperparah oleh jebolan tanggul Sungai Tuntang yang berdampak hingga Desa Tinanding. Sementara di Kecamatan Purwodadi, wilayah terparah berada di Kelurahan Kalongan dengan 1.180 KK terdampak. Ketinggian air di Perumahan Permata Hijau Kalongan mencapai sekitar satu meter.

Di Desa Cingkrong tercatat 2.416 KK terdampak dengan ketinggian air 10–50 sentimeter.

Banjir juga merendam lahan pertanian di Tegowanu, Godong, dan Tawangharjo. Sekitar 130 hektare sawah siap panen di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, ikut terendam.

Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, relawan, dan Forkopimda melakukan evakuasi warga di Toroh, Purwodadi, dan Godong, serta menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darurat. Kerja bakti peninggian tanggul dan pembersihan lumpur juga dilakukan di ruas jalan Purwodadi–Semarang, Desa Tinanding, perbatasan Grobogan-Demak.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau lokasi tanggul jebol dan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat.

Hingga Selasa (17/2) sore, genangan masih terjadi di Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Godong, Gubug, dan Tawangharjo, meski sebagian wilayah mulai surut. Berdasarkan pantauan di Bendung Sedadi, Bendung Klambu, dan Pos Menduran pukul 15.00 WIB, debit dan tinggi muka air menunjukkan tren menurun. Warga di sepanjang aliran sungai tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan. (Red)

Exit mobile version