78 Desa di Jepara Belum Punya Lahan untuk Kopdes Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih. (Istimewa)

Jepara, Lintasmuria.com – Sebanyak 78 desa di Kabupaten Jepara, hingga kini belum menentukan lokasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kendalanya, desa-desa tersebut masih kesulitan mendapatkan lahan yang memadai.

Pasi Intel Kodim 0719/Jepara, Letda Inf Devi Norma, mengatakan pihaknya bersama tim dari Kodim Jepara terus berupaya mencari solusi agar seluruh desa dan kelurahan dapat menyediakan lahan untuk pembangunan koperasi tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara agar dapat memanfaatkan aset lahan milik pemerintah daerah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab. Namun memang cukup sulit, terutama di wilayah perkotaan Jepara. Mencari lahan seluas sekitar 600 meter untuk KDKMP ini tidak mudah,” ujar Devi.

Meski demikian, Devi menjelaskan secara umum proses pembangunan Kopdes Merah Putih di Jepara tetap berjalan. Dari total 195 desa dan kelurahan, saat ini sudah ada 117 titik yang telah memiliki lokasi pembangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 titik masih dalam tahap pembangunan. Sementara itu, 12 koperasi desa sudah selesai dibangun sepenuhnya.

“Progresnya bervariasi. Ada yang masih di bawah 50 persen, ada yang sudah 50 persen, dan ada juga yang sudah selesai 100 persen,” jelasnya.

Adapun koperasi desa yang pembangunannya telah rampung sepenuhnya berada di Desa Karanganyar, Gelang, Daren, Jerukwangi, Buaran, Jebol, Bendanpete, Kalipucang, Balong, Bugo, Somosari, dan Dermolo.

Lebih lanjut, Devi menuturkan pembangunan Kopdes Merah Putih dilaksanakan dengan konsep padat karya. Meski begitu, proses pembangunan tetap melibatkan konsultan untuk perencanaan, perancangan, hingga pengawasan proyek.

Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar konstruksi, serta tetap sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

“Setelah pembangunan selesai, tahap berikutnya adalah pengisian kelengkapan dari pusat. Untuk proses distribusinya kami masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (Red)

Exit mobile version