Jaga Produktivitas Pertanian, Rembang Bangun 27 Embung Tambahan

Avatar photo
Pembangunan embung di Rembang. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat infrastruktur sumber air pertanian melalui pembangunan puluhan embung baru di sejumlah wilayah.

Sebanyak 27 embung direncanakan dibangun guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus menopang ketahanan pangan daerah di tengah ancaman kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, keberadaan embung menjadi faktor penting untuk menopang kebutuhan air pada masa tanam kedua (MT2). Menurutnya, curah hujan yang masih turun dalam beberapa waktu terakhir diharapkan mampu menambah cadangan air di embung yang sudah tersedia.

“Harapan kami embung-embung yang ada bisa kembali terisi meskipun belum maksimal, sehingga kebutuhan air pertanian tetap tercukupi,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, dari total rencana pembangunan tersebut, sebanyak 25 embung akan direalisasikan melalui anggaran APBN dengan mekanisme swakelola bersama kelompok tani. Sedangkan dua embung lainnya akan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Rembang.

Selain embung, Pemkab Rembang juga menambah sarana irigasi perpompaan (IRPOM) di sejumlah daerah yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Agus menyebut, penambahan infrastruktur air tersebut diharapkan mampu membantu petani mempertahankan produktivitas lahan meski pasokan air mulai berkurang.

“Kami berharap persoalan kekurangan air selama musim kemarau nanti bisa diminimalkan dengan dukungan sarana prasarana air yang sedang disiapkan,” katanya.

Dinas Pertanian dan Pangan mencatat beberapa wilayah tadah hujan mulai mengalami penurunan debit air, terutama di kawasan Rembang kota dan Kecamatan Sumber. Kondisi itu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi keberlangsungan tanaman pada MT2.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah daerah juga meningkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang tahun ini.

Tak hanya itu, Pemkab Rembang juga mulai mempertimbangkan pengembangan program asuransi pertanian, khususnya bagi komoditas padi. Program tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada petani apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *