Pertamina Gandeng Koperasi Blora dan Kendal Kelola Sumur Rakyat

Avatar photo

Blora, Lintasmuria.com – Penandatanganan kerja sama pengelolaan sumur minyak rakyat antara koperasi, pelaku UMKM daerah, dan Pertamina resmi digelar di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri.

Sejumlah pihak terlibat dalam kerja sama tersebut, di antaranya Koperasi BME Blora, UMKM Mataram Connection Blora, serta Koperasi KEN Kendal. Prosesi penandatanganan turut disaksikan langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.

Djoko menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya integrasi produksi minyak dari sumur masyarakat ke dalam sistem energi nasional. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Alhamdulillah, pagi ini telah menandatangani kontrak produksi sumur masyarakat antara BKU Jateng dan Pertamina,” ujar Djoko.

Pada tahap awal implementasi, minyak mentah hasil produksi sumur rakyat akan dikirim ke kilang di Cepu yang berada di bawah koordinasi Kementerian ESDM untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Volume awal pengiriman diperkirakan mencapai sekitar 300 barel per hari (BOPD), dengan peluang peningkatan produksi ke depannya.

Program ini tidak hanya diharapkan mampu menambah pasokan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di wilayah penghasil minyak, khususnya melalui keterlibatan koperasi dan UMKM.

Djoko menambahkan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan lifting migas nasional. Hingga saat ini, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi ketiga yang berhasil menyalurkan minyak dari sumur masyarakat ke kilang, setelah sebelumnya dilakukan oleh Jambi dan Sumatera Selatan.

“Dengan demikian, sampai hari ini sudah tiga provinsi yang dapat mengalirkan minyak mentah dari sumur masyarakat ke kilang,” jelasnya.

Pemerintah pun mendorong daerah lain yang memiliki potensi serupa, seperti Sumatera Utara dan Aceh, untuk segera mengembangkan model kerja sama yang sama guna memperkuat kontribusi sektor migas nasional.

Menutup keterangannya, Djoko menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan program tersebut. “Bersama kita bisa. Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *