Blora, Lintasmuria.com – PT Blora Patra Energi (BPE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Blora, mencatat pendapatan sebesar Rp24,3 miliar dari pengelolaan minyak sumur tua sepanjang tahun 2025. Pendapatan tersebut berasal dari produksi minyak di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, serta Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon.
Direktur Utama BPE, Giri Nur Baskoro, mengatakan produksi minyak dilakukan bersama para penambang minyak tua yang selama ini menjadi mitra perusahaan dalam pengelolaan sumur.
Sepanjang 2025, terdapat 100 sumur aktif yang berproduksi, terdiri dari 96 sumur di Lapangan Ledok dan empat sumur di Lapangan Semanggi. Dari seluruh sumur tersebut, total produksi minyak mencapai sekitar 5,226 juta liter.
“Untuk Lapangan Ledok, rata-rata produksi tiap sumur sekitar 250 liter per hari, meski kapasitas masing-masing sumur berbeda,” ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan BPE memperoleh mandat dari Pertamina untuk mengelola sekitar 115 sumur tua di Lapangan Ledok dan empat sumur di Lapangan Semanggi.
Menurut Giri, tren produksi minyak sumur tua di Blora masih mengalami peningkatan. Hingga April 2026, jumlah sumur aktif yang mengirimkan hasil produksi tercatat naik menjadi 115 titik sumur.
Dalam penentuan harga minyak mentah, BPE mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Pada Februari 2025, ICP berada di angka 61,02 dolar Amerika Serikat per barel dengan kurs Bank Indonesia sebesar Rp16.828 per dolar AS.
Harga minyak dihitung menggunakan formula 70 persen dikalikan ICP dan kurs BI, kemudian dibagi konversi 158,987 liter per barel. Dari perhitungan tersebut, harga minyak mentah ditetapkan sekitar Rp4.521,10 per liter.
Harga itu kemudian menjadi dasar pembagian hasil antara mitra penambang dan BUMD, dengan komposisi 80 persen untuk mitra dan 20 persen bagi BPE.
Selain itu, pengelolaan minyak juga memperhitungkan kualitas minyak mentah, termasuk kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) sebesar dua persen serta alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) desa sekitar 0,5 persen.
Giri menambahkan keberadaan BPE turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora sebesar enam persen dari total keuntungan perusahaan setiap tahun.
Tidak hanya itu, melalui program CSR, BPE juga menyalurkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Blora.
Sebelumnya, pada 2024 BPE membukukan pendapatan sekitar Rp62,19 miliar dengan produksi harian gabungan mencapai 43.360 liter minyak dari Lapangan Ledok dan Lapangan Semanggi.
Sementara pada periode 1-13 November 2023, produksi minyak BPE tercatat mencapai 410.651,31 liter atau setara 2.582,71 barel. (Red)
