Grobogan Ajukan Bankeu Rp88,1 Miliar ke Pemprov Jateng

Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani. (Istimewa)

Grobogan, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mengajukan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp88,197 miliar untuk mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas pada 2027.

Pengajuan tersebut dilakukan setelah Rembug Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Kedungsepur Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan pekan lalu.

Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani mengatakan, nilai usulan tersebut merupakan hasil penyaringan dari berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak.

“Programnya seperti penanganan infrastruktur jalan, pengendalian banjir, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan pariwisata, ekonomi syariah dan juga keselamatan transportasi,” ujar dia, dikutip dari Murianews, Senin (8/6/2026).

Afi menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah genangan air di sejumlah ruas jalan provinsi yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

“Genangan air di kawasan Nglejok dan Letter S di jalan provinsi telah kami sampaikan. Itu penting karena dampaknya ke mobilitas masyarakat dan keselamatan pengendara,” imbuhnya.

Selain penanganan genangan, Pemkab Grobogan juga mengusulkan rehabilitasi drainase di kawasan Jalan Pemuda, Jalan Wijayakusuma, dan Jalan Hayam Wuruk Purwodadi. Usulan lainnya mencakup pembangunan perkuatan tebing sungai serta tanggul Sungai Glugu untuk mengurangi risiko banjir.

Di sektor transportasi, penanganan longsoran pada ruas jalan Kedungjati–Semarang turut masuk dalam daftar prioritas. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Grobogan dengan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Menurut Afi, pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama daerah karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan publik.

“Dijelaskan, persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian hingga akses pelayanan publik,” katanya.

Sejumlah pekerjaan infrastruktur lain yang diusulkan meliputi penanganan longsor di ruas Brati–Tegalsumur dan Ngaringan–Dumpil, pelebaran jalan Penawangan–Truko dan Truko–Jeketro, rekonstruksi jalan Kuwu–Dumpil, serta penggantian jembatan dan rekonstruksi ruas Gadoh–Karangrowo.

“Ada juga pelebaran jalan Penawangan-Truko, pelebaran jalan Truko-Jeketro, rekonstruksi jalan Kuwu-Dumpil, dan penggantian jembatan dan rekonstruksi Jalan Gadoh-Karangrowo,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Grobogan juga mengusulkan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Menurut Afi, keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. (Red)

Exit mobile version