Grobogan, Lintasmuria.com – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 menjadi sorotan setelah capaian siswa SD dan SMP di Kabupaten Grobogan berada di papan bawah Jawa Tengah. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari penyebab rendahnya hasil TKA sekaligus menyiapkan langkah perbaikan.
Berdasarkan data TKA, Grobogan menempati peringkat ke-34 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk jenjang SD. Sementara pada jenjang SMP, Grobogan berada di posisi paling bawah atau peringkat ke-35.
Nilai rata-rata siswa SD pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat 58,72, sedangkan Matematika hanya 42,30. Adapun jumlah peserta TKA tingkat SD mencapai 18.235 siswa.
Pada jenjang SMP, nilai rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 58,48 dan Matematika 39,59. Capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata Jawa Tengah yang mencapai 65,81 untuk Bahasa Indonesia dan 47,76 untuk Matematika.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Grobogan M Irfan mengatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap hasil TKA tersebut. Evaluasi untuk jenjang SD dijadwalkan berlangsung pekan ini, sedangkan untuk SMP telah dilakukan sebelumnya.
“Pekan ini akan kami lakukan evaluasi karena Pak Kadisdik meminta kami bergerak cepat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Irfan, evaluasi akan melibatkan pengawas sekolah dan seluruh koordinator wilayah pendidikan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian TKA.
Disdik Grobogan menargetkan nilai TKA pada tahun depan dapat meningkat. Karena itu, berbagai pembenahan akan dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran hingga perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Irfan menilai rendahnya capaian TKA dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah besarnya jumlah sekolah dan peserta didik di Grobogan dibandingkan beberapa daerah lain di Jawa Tengah.
“Jumlah SD di Grobogan mencapai lebih dari 800 sekolah. Itu berbeda dengan daerah seperti Semarang atau Solo, sehingga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan,” katanya.
Selain itu, kondisi sarana dan prasarana pendidikan juga dinilai masih perlu ditingkatkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan berdampak pada peningkatan kemampuan akademik siswa. (Red)


















