Lima SMP Negeri di Jepara Kekurangan Murid, Disdikpora Buka Perpanjangan Pendaftaran Offline

SPMB di Jepara. (Istimewa)

Jepara, Lintasmuria.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Jepara tahun ajaran 2026/2027 telah rampung. Meski proses pendaftaran telah berakhir, masih terdapat lima sekolah negeri yang belum mampu memenuhi kuota peserta didik baru.

Berdasarkan hasil SPMB yang diumumkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara pada 26 Juni 2026, kekurangan murid terjadi di sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggiran maupun kepulauan.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Jepara, Hening Indarti, mengatakan seluruh kekurangan kuota tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jalur penerimaan, mulai domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi.

“Lima sekolah itu memang belum memenuhi daya tampung. Sebagian besar berada di wilayah pinggiran dan kepulauan sehingga jumlah calon siswanya terbatas,” ujarnya, kemarin.

Sekolah yang paling sedikit menerima pendaftar adalah SMP Negeri 2 Karimunjawa yang berada di Pulau Parang. Dari kuota 32 siswa, sekolah tersebut baru memperoleh 15 pendaftar sehingga masih kekurangan 17 siswa. Kondisi itu dipengaruhi terbatasnya jumlah lulusan SD di Pulau Parang yang menjadi wilayah layanan sekolah tersebut.

Sementara itu, SMP Negeri 2 Kedung masih kekurangan 19 siswa dari daya tampung 96 siswa. SMP Negeri 2 Batealit baru menerima 89 pendaftar dari kuota 96 siswa atau masih kurang tujuh siswa.

Kemudian, SMP Negeri 2 Keling baru memperoleh 53 pendaftar dari kuota 64 siswa sehingga masih membutuhkan 11 siswa lagi. Adapun SMP Negeri 4 Kembang masih kekurangan lima siswa setelah hanya menerima 27 pendaftar dari kapasitas 32 siswa.

Untuk mengisi sisa kuota tersebut, Disdikpora Jepara memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang belum memenuhi daya tampung untuk membuka perpanjangan pendaftaran secara luring.

Sesuai petunjuk teknis SPMB 2026, perpanjangan pendaftaran akan dilaksanakan setelah tahapan daftar ulang pada 29-30 Juni 2026. Pendaftaran tambahan secara offline dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 1-2 Juli 2026.

“Masih ada masa perpanjangan secara offline bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi,” kata Hening. (Red)

Exit mobile version