Kudus, Lintasmuria.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus membidik lompatan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Setelah hanya finis di peringkat ke-10 pada edisi sebelumnya, Kudus kini memasang target menembus lima besar dengan memburu sedikitnya 45 medali emas.
Ketua Umum KONI Kabupaten Kudus, Sulistiyanto, mengatakan target tersebut menjadi tantangan besar yang harus dicapai melalui persiapan lebih matang, mulai dari pemusatan latihan hingga tes fisik seluruh atlet.
“Pada Porprov 2023 kami berada di peringkat ke-10 dengan 29 medali emas. Tahun ini kami menargetkan masuk lima besar. Paling tidak kami ingin berada di delapan besar,” ujarnya, kemarin.
Sebagai langkah awal, KONI Kudus melakukan tes fisik terhadap atlet yang diproyeksikan berlaga di Porprov Jateng 2026. Hasil pengukuran akan menjadi dasar bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih efektif sesuai kebutuhan masing-masing atlet.
Menurut Sulistiyanto, evaluasi dilakukan menggunakan 10 parameter kemampuan fisik. Tes lanjutan juga akan digelar menjelang Porprov untuk memastikan kondisi atlet mencapai performa terbaik saat bertanding.
“Data tes fisik akan menunjukkan kekurangan setiap atlet. Hasilnya kami serahkan kepada pelatih agar menjadi acuan dalam meningkatkan kondisi fisik mereka,” katanya.
Ia menegaskan kondisi fisik menjadi faktor penting yang menentukan penampilan atlet di arena pertandingan. Kemampuan teknik yang baik, kata dia, tidak akan maksimal apabila tidak ditunjang kebugaran yang prima.
Pada Porprov Jateng XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026 di kawasan Semarang Raya, Kudus akan menurunkan kontingen berjumlah sekitar 524 orang. Sebanyak 396 di antaranya merupakan atlet, sedangkan sisanya pelatih dan ofisial yang akan berlaga di 42 cabang olahraga.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi penyumbang utama medali emas, di antaranya bulu tangkis, tenis meja, gulat, sambo, pencak silat, tinju, judo, atletik, petanque, gateball, barongsai, bola basket, voli indoor, dan voli pasir.
“Kami berharap cabang olahraga unggulan mampu memenuhi target perolehan medali sehingga Kudus bisa menembus lima besar,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, KONI Kudus menerima alokasi anggaran sebesar Rp7,5 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, Sulistiyanto optimistis keterbatasan anggaran tidak akan menghambat persiapan atlet. Dana tersebut tetap diprioritaskan untuk mendukung program latihan jangka panjang serta pemberian insentif atlet menjelang Porprov.
Porprov Jawa Tengah XVII akan digelar di lima daerah yang tergabung dalam kawasan Semarang Raya, yakni Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, dan Salatiga, dengan sebagian besar pertandingan dipusatkan di Kota Semarang. (Red)


















