Kudus, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memperluas jaringan jalur sepeda sebagai upaya mewujudkan kawasan perkotaan yang ramah pesepeda sekaligus menekan polusi udara akibat kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Keselamatan dan Sarana Prasarana Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kudus, Sahri Noto Utomo, mengatakan pembangunan jalur sepeda telah dimulai sejak 2024 dan dilakukan secara bertahap di sejumlah ruas jalan utama.
Jalur sepeda pertama dibangun di Jalan Ramelan. Selanjutnya pada 2025, fasilitas serupa ditambah di Jalan Sunan Kudus yang dilengkapi marka bergambar sepeda sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pada 2026, Pemkab Kudus kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk menambah marka jalur sepeda di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani.
Menurut Sahri, dana tersebut cukup untuk pembangunan marka jalur sepeda seluas sekitar 3.000 meter persegi.
Ia menjelaskan, Jalan Ahmad Yani diprioritaskan karena menjadi salah satu ruas dengan aktivitas lalu lintas tinggi. Pada siang hari jalan tersebut dipadati kendaraan antarjemput pelajar, sedangkan pada malam hari menjadi kawasan pusat usaha dan coffee street.
Selain memberikan ruang yang lebih aman bagi pesepeda, keberadaan jalur sepeda juga diharapkan meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari-hari.
“Dengan fasilitas yang semakin memadai, kami berharap budaya bersepeda yang aman, nyaman, dan berkelanjutan semakin berkembang di Kota Kudus,” kata Sahri.
Ia menambahkan, jalur sepeda di Kudus menggunakan marka garis putus-putus. Artinya, jalur tersebut tetap dapat dilintasi kendaraan lain ketika tidak sedang digunakan pesepeda, namun pengendara diminta tetap menghormati hak pesepeda saat melintas.
Dishub juga berharap pembangunan jalur sepeda dapat terus berlanjut melalui dukungan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pasalnya, sejumlah marka jalur sepeda yang pernah dibuat sebelumnya sempat tertutup akibat pekerjaan pelapisan aspal pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Melalui penambahan jalur sepeda secara bertahap, Pemkab Kudus menargetkan semakin banyak warga beralih menggunakan sepeda, sehingga kualitas udara di kawasan perkotaan dapat terjaga sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. (Red)
