Gebrakan Bupati Blora di Universitas Brawijaya: Bidik Pilot Project Organik Hingga Kuota Beasiswa Khusus

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Kamis (27/8/2026)

Malang, Lintasmuria.com -Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman membidik kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB), mulai pengembangan pertanian organik hingga peluang beasiswa bagi putra-putri Blora.

Hal itu disampaikan Arief saat menjadi narasumber Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan UB, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 171 mahasiswa baru jenjang S2 dan S3.

Arief mendorong Blora menjadi pilot project pertanian organik yang nantinya bisa diterapkan di daerah lain. Menurutnya, potensi tersebut didukung sektor peternakan sapi yang dapat menyediakan pupuk kandang sebagai bahan organik.

’’Blora memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kami ingin ini tidak hanya berhenti di Blora, tetapi bisa menjadi pilot project yang nantinya dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain,’’ ujarnya.

Pemkab Blora juga membuka wilayahnya sebagai lokasi penelitian UB. Sekitar 60 persen wilayah Blora merupakan kawasan hutan sehingga dinilai memiliki banyak potensi penelitian, termasuk pertanian, kehutanan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa UB ditawari melaksanakan KKN di Blora. Desa binaan pertanian organik yang sudah dimiliki Pemkab dapat dikembangkan sebagai lokasi KKN sekaligus desa percontohan.

’’Ini bisa kita kembangkan bersama, sehingga nantinya menjadi tempat KKN mahasiswa dan sekaligus menjadi desa percontohan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan UB Prof. M. Purnomo menilai Blora mulai mengembangkan niche product atau produk dengan nilai tambah.

Dia mendorong pengembangan benih jagung dan produk pertanian bernilai tinggi, termasuk melalui konsep green house. Pengembangan tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung kebutuhan produk pertanian Jawa Tengah dan Jawa Timur.

’’Blora ini mulai mengambil niche product, tidak hanya produk pertanian biasa. Ke depan, produksi benih jagung maupun produk-produk lain yang memiliki nilai tinggi dapat dikembangkan,’’ katanya.

UB juga membuka peluang beasiswa bagi anak muda berbakat asal Blora. Program tersebut tersedia mulai jenjang S1 hingga S3.

’’Akan disiapkan slot khusus bagi putra-putri Blora yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi,’’ ungkap Purnomo.

Arief berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara Pemkab Blora dan UB.

’’Kami sangat terbuka. Para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora,’’ pungkasnya.(Syae)

Exit mobile version