Blora, Lintasmuria.com – Dua tahun menanti pasar baru kini pedagang Ngawen justru keluhkan kebanjiran. Air masuk ke dalam kios hingga menggenangi lantai pasar.
Pasar yang dibangun dengan anggaran Rp30 miliar itu sebelumnya dinanti pedagang selama dua tahun. Namun, saat mulai ditempati, Jumat (30/10), persoalan kebocoran justru muncul.
Keluhan pedagang mencuat setelah hujan deras pada Jumat (31/10). Kebocoran terjadi di sejumlah titik, terutama kawasan Blok A.
Salah seorang pedagang Blok A, Witono, mengatakan, air masuk melalui bagian tiang dan teras bangunan. Bahkan, genangan sempat memenuhi lantai hingga harus dibersihkan petugas menggunakan alat pel.
“Air hujan masuk ke dalam. Kemarin sampai menggenang dan dibersihkan petugas. Harapannya segera diperbaiki karena kami sudah menunggu pasar ini selama dua tahun,” ujarnya.
Pedagang sepatu, sandal, dan tas tersebut berharap persoalan itu segera ditangani. Sebab, kebocoran sudah terjadi ketika aktivitas perdagangan di pasar baru mulai berjalan.
Terpisah, Pengelola Pasar Ngawen Suedarto membenarkan adanya kebocoran di sejumlah titik. Keluhan tersebut sudah disampaikan untuk ditindaklanjuti melalui peninjauan lapangan.
Menurut dia, kebocoran terjadi di Blok A dan sebagian Blok B. Selain itu, belum tersedianya saluran resapan di kedua blok tersebut membuat air hujan mudah menggenang.
“Memang ada beberapa titik yang bocor sampai airnya menggenang. Di area Blok A dan B tidak ada resapan. Resapan tersedia di sisi utara pasar, dekat area pasar ikan atau daging karena memang membutuhkan aliran air lebih banyak,” jelasnya.
Suedarto menegaskan, bangunan pasar masih dalam masa pemeliharaan. Karena itu, kebocoran dan kerusakan yang ditemukan akan disampaikan kepada pihak terkait untuk segera diperbaiki.
“Kami sudah sampaikan dan akan ditinjau. Selama masih masa pemeliharaan, jika ditemukan kerusakan tentu akan dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (Syae)


















