Kenalkan Magic Jar Ekologi, Guru Honorer Asal Rembang Raih Juara Lomba Inovasi Tingkat Nasional

Avatar photo
Arum Prabawani menerima penghargaan sebagai pemenang lomba event Lomba Inovasi Kreativitas Guru tingkat nasional. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Guru honorer SMPN 2 Rembang Arum Prabawani berhasil menjuarai event Lomba Inovasi Kreativitas Guru (Lingkar) tingkat nasional yang digelar oleh Astra.

Dalam kejuaraan tersebut, Arum berhasil menjadi yang terbaik di kategori SMP, mengalahkan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Dikutip dari suara merdeka, guru yang beralamat Tawangsari Kecamatan/Kabupaten Rembang itu mengenalkan alat peraga magic jar ekologi. Sebuah sarana pembelajaran di materi keanekaragaman hayati menggunakan kartu magic berbasis etno-science.

Kartu tersebut berisi gambar-gambar aneka makhluk hidup dan rangkai makanan yang bisa dilihat dengan menggunakan sarana cahaya.

Setiap siswa memgambil satu kartu dan berperan sebagai mahkluk hidup sesuai dengan gambar yang ada di dalamnya.

Mereka yang menjadi organisme itu selanjutnya melakukan identifikasi apakah sebagai produsen, konsumen atau dekompuser (jamur).

Sarana tambahannya adalah tali untuk menbentuk rantai makanan dan jaring makanan sesuai dengan kartu yang didapatkan masing-masing siswa.

Dari sisi penilaian, Arum menggunakan metode cepat jawab dengan menggunakan kentongan sebagai pengganti bel elektrik.

Bagi siswa yang bisa menjawab langsung membunyikan kentogannya.

Lantaran sekarang sudah era 4.0, Arum juga mengajak siswa memanfaatkan smartpone mereka dalam penggunaan alat peraga itu.

Ia memanfaatkan aplikasi Assemblr EDU yang didownload dari layanan playstore untuk membantu siswa menganalisa organisme di ekosistem.

Pendekatan metode yang digunakan Arum dalam penggunaaan alat peraga itu adalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) sehingga siswa memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan tajam.

“Selain magic jar ekologi, saya sebenarnya juga mengirimkan baner pencernaan yang menggambarkan anatomi tubuh manusia dan peredaran darah menggunakan sarana limbah sedotan. Ternyata yang juara satu karya magic jar ekologi,” jelas Arum.

Arum menyebutkan, dari ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, diambil 10 finalis yang harus presentasi secara daring.

Ia presentasi menggunakan PPT, selain juga mengirimkan bentuk paper alat peraga yang dikenalkannya itu.

Saya diundang ke Jakarta bersama 10 finalis lainnya untuk awarding dan ternyata juara satu. Selain tingkat SMP ada tingkat PAUD sampai SMA. Di Jateng untuk tingkat SMP, hanya dua sekolah yang masuk yaitu perwakilan SMPN 2 Rembang dan SMP YKSI Semarang,” ujarnya.

Ia tidak menyangka pada akhirnya karya miliknya dinobatkan sebagai yang terbaik. Sebab kompetitornya guru-guru senior di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Rembang Wiyono memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru honorernya yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan kabupaten di kancah nasional.

Setelah dari Jakarta, pihaknya mengadakan penyambutan dan apresiasi kepada Arum di sekolah.

“Saya berharap Bu Arum terus berkreasi untuk membantu para siswa berkembang terutama di bidang IPA. Semoga memotivasi lainnya,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *