Blora, Lintasmuria.com – Harga minyak goreng di Pasar Sidomakmur, Kabupaten Blora, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dan minyak goreng curah juga mulai langka, sehingga pedagang kesulitan memenuhi permintaan pembeli.
Salah satu pedagang di Blok D Pasar Sidomakmur, Ali Imron, mengatakan permintaan minyak goreng curah justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipicu oleh harga Minyakita yang lebih murah dibandingkan minyak curah.
Ia menjelaskan, stok minyak goreng curah sebenarnya masih tersedia meski harganya mengalami kenaikan.
“Untuk stok minyak curah masih ada. Harganya naik Rp200, dari Rp18.800 sekarang menjadi Rp19 ribu per kilogram. Kalau dijual ecer sekitar Rp19.500,” ujarnya.
Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita justru mengalami keterbatasan stok di sejumlah lapak pedagang. Menurut Imron, kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal Ramadan.
“Sudah dua minggu stoknya terbatas. Dari Bulog, setiap titik pasar hanya dikasih sekitar 5 sampai 15 kardus. Kalau saya biasanya dapat 10 sampai 15 kardus. Minyakita itu kadang dua sampai tiga hari sudah habis, bahkan pernah satu hari langsung habis,” jelasnya.
Ia menuturkan minat masyarakat terhadap Minyakita masih sangat tinggi karena harganya relatif murah, sekitar Rp15.700 per liter, jauh lebih rendah dibandingkan minyak goreng premium.
Namun di tingkat pengecer di luar pasar, harga Minyakita disebut bisa mencapai Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per liter, hampir setara dengan minyak goreng curah.
“Kalau jual biasanya harus diecer, satu dus dibagi-bagi dan pembeli juga dibatasi. Saya jual sesuai aturan pemerintah untuk minyak subsidi. Tapi sekarang stoknya sudah lama kosong,” katanya.
Pedagang lainnya, Sumartini, juga mengaku sudah tidak memiliki stok Minyakita maupun minyak goreng curah. Menurutnya, tingginya permintaan dari masyarakat membuat stok yang tersedia cepat habis.
“Biasanya baru datang langsung habis. Tidak sampai tiga jam sudah dibeli warga. Sekarang ya jual yang minyak premium atau minyak yang kualitas sedang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Blora, Puji Ariyanto, mengakui pihaknya telah menerima laporan terkait kenaikan sejumlah bahan pokok di pasar, termasuk cabai dan minyak goreng.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan operasi pasar bersama tim pengendalian inflasi daerah untuk menstabilkan harga di pasar tradisional.
“Kemungkinan karena beberapa komoditas seperti minyak goreng dan cabai saat Ramadan banyak pembeli. Banyak orang memasak dan UMKM juga banyak pesanan, sehingga harga di pasaran ikut naik,” ucapnya. (Syae)


















