Blora, Lintasmuria.com – Goa Terawang di Kabupaten Blora Kecamatan Todanan, baru-baru ini menjadi bahan perbincangan sebagian masyarakat Blora karena telah disulap penampilannya menjadi lebih estetik dan menarik dengan berbagai lampu temaram di dalamnya. Selain itu juga menyajikan kursi dan meja untuk nongkrong dan menikmati kopi, kamis (2/1/2025)
Di ketahui, Bupati Blora Arief Rohman saat berkunjung ke sana, memberikan apresiasi langkah Perhutani dalam mengembangkan wisata Gua Terawang ini, yang sekarang disematkan nama Gua Terawang Ecopark.
Arif mengatakan bahwa pihak Perhutani sudah menggandeng investor untuk menata Gua Terawang.
“Tentu ini adalah hal yang positif, akan tetapi kami tetap berpesan, supaya ekosistem yang ada di sekitar tetap dijaga keasliannya,” ujarnya.
Arif berharap pengunjung Gua Terawang bisa tertib, dan tidak merusak wisata alam yang sangat bagus ini.
Dia menjelaskan, melihat adanya perubahan ini, banyak laporan yang ia terima dari masyarakat Blora maupun luar Blora, banyak yang merespon positif.
”Masyarakat banyak yang mengapresiasi langkah Perhutani ini. Yang semula gua tidak terurus, seperti masuk sini licin, sekarang sudah bagus,” ujarnya.
“Jalannya baik dan untuk penggiat fotografi tetap bisa puas, karena tak ada yang diubah. Hanya diberi lighting. Tentunya ada kemajuan juga dengan tetap mengedepankan keasliannya,” terangnya.
Objek wisata wisata Gua Terawang Ecopark yang berada di Kecamatan Todanan ini menyimpan keindahan alam yang memukau. Dengan harga yang terjangkau membuat wisatawan terkesan.
Tak hanya itu, di dalam gua ada tambahan hiasan lampu, perbaikan fasilitas, hingga tempat nongkrong dan ngopi.
Administratur Perum Perhutani KPH Blora Yeni Ernaningsih mengatakan untuk harga tiket masuk tentunya tidak ada perubahan.
Masih Rp 10.000. Sedangkan parkir motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.
”Untuk HTM (harga tiket masuk) memang tidak berubah. Kami memang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk bisa menikmati suasana alam yang ada di Gua Terawang ini,” tuturnya.
Untuk liburan ini, wisatawan ada sekitar 600 orang, baik lokal maupun daerah lain di sekitar Blora.
”Rencananya ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Blora untuk mengembangkan wisata Gua Terawang Ecopark ini,” ujarnya.
“Yang pasti jika pencinta fotografi ingin mencari spot foto seperti dulu tetap bisa. Tetap bisa membuat foto sebaik mungkin di dalam gua,” ungkapnya.
Yeni Ernaningsih mengatakan, saat ini KPH Blora selaku pengelola Gua Terawang terus berupaya untuk mengembangkan objek wisata ini, melalui promosi maupun pengembangan beberapa spot-spot yang ada di Gua Terawang.
”Saat ini, untuk pengembangan wisata di dalam gua tetap terjaga keasliannya. Hanya, memang dilakukan pengerasan jalan dan itu tidak tebal, agar tidak licin dan tentunya terjaga keamananya,” ujarnya.
“Akan tetapi dinding, stalaktit dan ekosistem yang sudah ada di dalam gua tetap terjaga keasliannya,” pungkasnya.
Sementara sebagian netizen juga berharap agar dalam pengelolaan Goa Terawang tidak merusak keaslian karts di dalamnya, yag terbentuk secara alami. Sehingga pengelolaan itu benar-benar tidak merusak ekosistem di lokasi Goe Terawang tersebut.
“Seharusnya ini bisa menjadi destinasi premium seperti di Goa Jomblang dan Goa Pindul Yogya, dengan mempertahankan keaslian dari Goa Karts yang terbentuk secara alami.” ujar Netizen. (MM-4)

















