Blora, Lintasmuria.com – Hari kedua setelah kejadian semburan lumpur didekat titik 10 sumur tua, dilanjutkan aliran latung (minyak mentah) dititik terdekatnya, tepatnya pada Sabtu, (15/2), kini dijadikan kegiatan kunjungan study tour siswa Sekolah Dasar (SD).
Imam Wahyudi salah satu guru di SDN 4 Ngraho Kecamatan Kedungtuban beserta para siswanya, sengaja melihat langsung semburan di lokasi kejadian bukit Kedinding, Kedungtuban Blora.
Ini bermula karena rasa penasaran, lalu mengajak para siswanya untuk melihat kejadian tersebut.
“Ya mas. Ini informasi kejadiannya sudah hampir 5 kali, dan terakhir kejadian tahun 2015, disamping penasaran karena terakhir hampir 10 tahun yang lalu, saya mengajak para murid saya dengan tujuan ingin mengedukasi,” ungkap Imam.
Imam juga menjelaskan ke siswanya bahwa minyak merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.
“Kami jelaskan tadi tentang kekayaan alam bangsa Indonesia, salah satunya minyak ini harus dimanfaatkan secara baik, karena merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui,” terangnya.
Diketahui keluarnya semburan dan aliran minyak ini diikuti dengan bau gas cukup menyengat. Dan setelah beberapa hari semburan mulai menurun, kejadian ini dipantau terus oleh pihak Pertamina Cepu, dan Polsek Kedungtuban dengan dipasang garis polisi. (Ahm)


















