Cap Go Meh di Lasem, Perayaan Penuh Makna dengan Sajian Lontong Khas

Lontong Khas Yang Disajikan Dalam Perayaan Cap Go Meh Di Lasem. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Lasem, sebuah kota bersejarah di Kabupaten Rembang, memiliki warisan budaya yang kaya dan terus dilestarikan oleh warganya. Salah satu tradisi yang tetap dijaga hingga kini adalah perayaan Cap Go Meh, yang menandai puncak dari rangkaian Tahun Baru Imlek.

Hari ini, 12 Februari 2025, masyarakat Konghucu di Lasem melaksanakan perayaan Cap Go Meh dengan penuh khidmat. Perayaan ini berfokus pada sembahyang dan doa bersama untuk para leluhur, yang dilakukan di rumah masing-masing atau di klenteng. Tidak seperti di beberapa kota lain yang diramaikan dengan atraksi barongsai, pertunjukan musik, dan pawai budaya, Cap Go Meh di Lasem lebih menitikberatkan pada ibadah dan perenungan spiritual.

Menurut Frenky, salah seorang warga keturunan Tionghoa di Lasem, Cap Go Meh memiliki makna yang mendalam bagi umat Konghucu. “Kami berkumpul untuk berdoa bersama, mengirim doa kepada leluhur, dan mempererat hubungan keluarga,” ujarnya.

Selain ibadah, sajian lontong Cap Go Meh juga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Masyarakat Tionghoa meyakini lontong Cap Go Meh melambangkan rejeki, kemakmuran, dan keberuntungan. Hidangan khas ini terdiri dari opor ayam dalam santan, sayur lodeh, ati pedas, telur rebus, bubuk koya yang terbuat dari kelapa muda, dan kerupuk udang. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan tekstur yang beragam menjadikan lontong Cap Go Meh tidak hanya lezat tetapi juga sarat makna. (bas)

Exit mobile version