Rembang, Lintasmuria.com – Ratusan anak remaja memadati jalan raya Lasem-Japerejo pada pagi hari ini (1/2/2025). Mereka berkumpul di depan Brak Lontong Tuyuhan untuk merayakan hari pertama libur bulan Ramadhan.
Libur yang diharapkan diisi dengan kegiatan keagamaan justru digunakan untuk menyalakan petasan dan aksi balap motor. Suasana pagi yang biasanya hening berubah menjadi bising karena suara petasan, dan kertas-kertas hasil ledakan petasan berserakan di sepanjang jalan.
Kegiatan tersebut sangat membahayakan, tidak hanya bagi keselamatan mereka sendiri, tetapi juga bagi para pengguna jalan yang lain. Jalan raya Japerejo-Lasem merupakan jalur yang setiap pagi digunakan masyarakat untuk pergi ke “Pasar Dhuwur” untuk berbelanja.
Menurut saksi mata, Mbak Sol, penjual sayur, merasa terganggu dengan tindakan anak-anak remaja tersebut.
“Saya tidak bisa melintas karena mereka sedang menggeber-geber motor dan bersiap untuk balapan,” ucapnya.
Sebelumnya, jajaran Polsek Pancur telah melakukan sidak dan patroli pada Kamis, 27 Februari 2025 lalu. Namun, peristiwa balap motor dan main petasan ini terulang kembali pada pagi hari ini.
Kapolsek Pancur, Iptu Ali Nur Mukid, telah mengetahui peristiwa tersebut dan berjanji untuk mengambil tindakan.
“Kami akan melakukan sidak dan patroli melekat mulai besok pagi untuk mencegah peristiwa tersebut terulang kembali,” ucapnya.
