Korban Selamat Minta RS PKU Muhammadiyah Blora Tepati Janjinya

Avatar photo
Korban selamat tragedi proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora. (Syaerozy/Lintasmuria.com)

Blora, Lintasmuria.com – Insiden kecelakaan kerja proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Blora menewaskan 6 orang dan 7 selamat. Sudah lebih 2 bulan korban selamat berada di rumah. Para korban selamat masih memakai kursi roda. Keperluan sehari hari hanya mengandalkan uang insentif dari rumah sakit.

Salah satu korban selamat, Nurul Huda, Warga Desa Sembungin, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora berharap pihak rumah sakit untuk menepati janjinya terkait masa depan dirinya dan anaknya.

“Sebagai tulang punggung keluarga, saya berharap rumah sakit dapat bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa saya. Meskipun sudah ada pembicaraan sebelumnya, saya belum menerima pernyataan resmi apa pun,” ucapnya, Kamis (1/5/2025).

“Saya masih belum tahu kapan saya akan sembuh dan normal kembali, sehingga masa depan anak saya sangat mengkhawatirkan. Saya ingin rumah sakit menepati janjinya untuk membiayai pendidikan anak saya hingga tingkat yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, korban lainnya, Ahmad Ulil Albab, warga Desa Sumberagung Dukuh Temboro, Kecamatan Banjarejo keadannya masih proses pemulihan dari cidera kepala dan punggung.

Karsono, kakak Ulil Albab, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu adiknya hingga saat ini. Ia juga berharap bahwa setelah Ulil Albab sembuh total, adiknya dapat diberikan kesempatan kerja.

“Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan perawatan intensif kepada adik saya, mulai dari kondisi kritis hingga pemulihan 95%. Saya juga berharap bahwa setelah adik saya sembuh total, ia dapat diberikan kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RS PKU Muhammadiyah, Tegar Muhammad Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas perawatan dan pemulihan para korban.

‘’Mereka kan bekerja disini, tentunya kami akan bertanggung jawab atas insiden ini,’’ tegasnya. (Syae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *