HMI Rembang Tegaskan Tidak Ikut Gelombang Demonstrasi, Pilih Jalur Konstitusional

HMI. (Istimewa)

Rembang, Lintasmuria.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Rembang Raya secara resmi menyatakan sikap untuk tidak ikut serta dalam gelombang aksi demonstrasi yang tengah berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. Keputusan ini tertuang dalam pernyataan sikap bernomor 15/A/Sek/08/1447, ditandatangani oleh Formatur Ketum Komisariat Cheng Ho Ahmad Lazim, Ketum Komisariat (P) Lafran Pane Sinta Nuryatul Husna, dan Formatur Ketum Komisariat (P) Al-Anwar M. Adam Khariri, tertanggal 1 September 2025.

Dalam dokumen tersebut, HMI Rembang Raya menilai bahwa demonstrasi yang awalnya dipahami sebagai bagian dari dinamika demokrasi kini telah bergeser menjadi aksi yang tidak terkendali. Sejumlah daerah bahkan dilaporkan mengalami kerusuhan, perusakan fasilitas publik, hingga penjarahan yang menimbulkan keresahan masyarakat.

“Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran makna dari demonstrasi sebagai instrumen moral dan intelektual, menjadi praktik destruktif yang justru merugikan kepentingan masyarakat luas,” demikian tertulis dalam pernyataan sikap tersebut.

Empat Pertimbangan HMI Rembang Raya

HMI Rembang Raya menegaskan empat alasan utama tidak ikut dalam aksi demonstrasi, yakni:

• Aspek Ideologis – Demonstrasi yang tak lagi mencerminkan perjuangan ideologis berpotensi mencederai marwah mahasiswa.

• Aspek Etis dan Moral – Aksi yang berubah menjadi anarkis dinilai merusak nilai moral perjuangan.

• Aspek Konstitusional – Mahasiswa tetap memiliki ruang menyampaikan kritik melalui jalur hukum, advokasi, dan dialog kebijakan.

• Aspek Sosial dan Keamanan – Menjaga stabilitas sosial di Rembang dianggap lebih bermanfaat daripada ikut dalam aksi yang berpotensi chaos.

Komitmen Gerakan Akademis

HMI Rembang Raya juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral dengan cara-cara akademis. Kritik konstruktif akan dilakukan melalui kajian ilmiah, diskusi publik, dan penerbitan rekomendasi kebijakan.

Selain itu, HMI Rembang Raya akan mendorong dialog kebangsaan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Organisasi ini juga berkomitmen untuk tetap mengawal kepentingan umat dan bangsa secara independen, konstitusional, dan bermartabat.

Bukan Apatisme, Tapi Strategi

Dalam penutup pernyataannya, HMI Rembang Raya menegaskan bahwa sikap menahan diri dari demonstrasi bukanlah bentuk apatisme, melainkan pilihan strategis untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa dan melindungi kepentingan masyarakat.

“HMI Rembang Raya mengajak seluruh kader, alumni, serta elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah, meningkatkan literasi politik, serta bersama-sama memperjuangkan keadilan sosial dengan mengutamakan rasionalitas, etika, dan kepentingan bangsa,” demikian ditegaskan. (Red)

Exit mobile version