Kudus, Lintasmuria.com – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus, hingga 31 Agustus 2025 mencapai Rp1,38 triliun atau 52,34 perse dari total anggaran Rp2,63 triliun.
“Anggaran sebesar Rp2,63 triliun itu meliputi belanja operasi yang di dalamnya terdapat belanja pegawai dan belanja barang dan jasa serta hibah sebesar Rp1,9 triliun, belanja modal Rp364,41 miliar, belanja tak terduga Rp9,23 miliar, dan belanja transfer Rp319,65 miliar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kudus, Djati Solechah, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, serapan anggaran di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bervariasi, dengan capaian tertinggi 81,13 persen dan terendah 13,32 persen. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mencatat serapan tertinggi, sedangkan terendah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Djati menambahkan, meski realisasi keuangan masih separuhnya, sejumlah kegiatan fisik sudah berjalan.
“Realisasi keuangan bukanlah realisasi fisik kegiatan, sehingga harus menunggu hingga akhir tahun,” ujarnya.
Sejumlah proyek fisik yang sedang dikerjakan antara lain perbaikan gedung sekolah oleh Dinas Pendidikan, pembangunan gedung IGD dan Ponek RSUD dr. Loekmono Hadi, perbaikan pasar tradisional oleh Dinas Perdagangan, hingga perbaikan puskesmas oleh Dinas Kesehatan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga membangun fasilitas layanan perpustakaan umum.
Sementara itu, pembangunan kembali Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus yang terbakar masih menunggu proses unggah dokumen di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kudus yang ditargetkan selesai pekan ini.
Sekretaris Daerah Kudus Revlisianto Subekti menegaskan pentingnya percepatan penyerapan anggaran.
“Terhadap OPD yang realisasi penyerapan anggarannya masih rendah, kami harapkan untuk segera melakukan upaya percepatan agar tidak menumpuk di akhir tahun,” katanya.
Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, mengakui penyerapan anggaran dinasnya masih rendah, namun mulai ada perkembangan.
“Penyerapan anggaran untuk saat ini sudah ada perkembangan 7 persen menjadi 20-an persen, dibandingkan data penyerapan bulan Agustus 2025,” ungkapnya. (Red)
