Jepara, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, berupaya membuka jalur alternatif guna mencegah warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, terus terisolasi akibat putusnya akses jalan utama karena tanah longsor di sejumlah titik.
Camat Keling, Lulut Andi Andriyanto, mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak saat ini tengah melakukan asesmen jalur Medono–Kadalan sebagai akses darurat yang tidak melewati titik longsor.
“Untuk membuka jalur alternatif Medono-Kadalan yang tidak melewati lokasi longsor, saat ini sedang dilakukan asesmen oleh Jip Tanbu Community (JTC), BPBD, serta relawan, untuk memastikan kelayakan jalur alternatif Medono-Kadalan sebagai akses darurat bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu.
Berdasarkan laporan update tanggap bencana Minggu (11/1) pagi, cuaca di wilayah terdampak masih diguyur hujan intensitas sedang disertai angin cukup kencang. Meski begitu, jalur Damarwulan–Kaliombo dan Medani–Kaliombo sudah bisa dilalui dengan tetap mewaspadai potensi longsor susulan.
Dalam penanganan hari ini, alat berat sementara diistirahatkan. Pembersihan material longsor dilakukan secara manual di sepanjang jalur Kaliombo–Tempur, melibatkan pemerintah desa, Destana Tempur, dan para relawan.
Dari sisi logistik, dapur umum mendapat suplai dari Dinsospermades, PMI, dan BPBD. Sebanyak 100 paket makanan disiapkan untuk sarapan dan 400 paket untuk makan siang relawan. Distribusi bantuan masih dilakukan secara estafet.
Kebutuhan mendesak lainnya adalah BBM untuk mengoperasikan genset, karena listrik PLN belum pulih. Sebanyak 100 liter BBM telah disalurkan Yayasan Al Fitroh, sementara bantuan tambahan dari Baznas dijadwalkan menyusul sore hari.
Pemkab juga menyiapkan pos logistik terpisah dari dapur umum. Pos tersebut digabung dengan posko kesehatan dan relawan guna mempermudah koordinasi distribusi bantuan.
“Koordinasi lintas wilayah dan instansi terus dilakukan. Camat Cluwak, Kabupaten Pati, misalnya, mengupayakan dukungan dari Dinas PUPR Kabupaten Pati untuk membantu pembersihan kembali jalur Medani-Kaliombo. Sementara itu, bantuan donasi dari masyarakat difasilitasi melalui sistem satu pintu agar penyalurannya tepat sasaran,” jelasnya.
Di tingkat desa, Kepala Desa Tempur telah membuka dapur umum dan mengajukan permintaan bantuan logistik yang langsung direspons tim gabungan BPBD, Dinsospermades, dan PMI.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Jepara mencatat sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 KK di Desa Tempur masih terisolasi akibat akses jalan terputus total. Hasil asesmen awal menunjukkan terdapat 18 titik longsor dengan kategori rusak berat hingga kritis setelah hujan deras pada Jumat (9/1), yang menyebabkan jalur keluar-masuk desa lumpuh total. (Ant)


















