Blora, Lintasmuria.com – Dampak kebijakan efisiensi anggaran membuat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora pada 2026 mengalami penurunan tajam. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora hanya mampu menargetkan pembangunan sekitar enam kilometer jalan sepanjang tahun depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda, mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan jalan pada 2026 hanya sekitar Rp21 miliar. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun sebelumnya.
“Anggaran 2026 sekitar Rp21 miliar. Targetnya kurang lebih 6 kilometer jalan untuk menekan persentase jalan rusak yang masih cukup tinggi,” ujar Huda, belum lama ini.
Ia membandingkan, pada 2025 lalu anggaran pembangunan jalan mencapai sekitar Rp300 miliar. Penurunan drastis ini menjadi tantangan besar bagi DPUPR dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan daerah.
“Kami sudah berusaha mengajukan Inpres lagi. Harapannya minimal sama dengan anggaran Inpres tahun kemarin,” jelasnya.
Meski demikian, Huda menegaskan pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mempercepat pelaksanaan pembangunan, terutama pada triwulan pertama tahun anggaran.
“Kalau serapan kita bagus dan besar, insyaallah ada peluang penambahan dana transfer ke daerah dari pusat,” tegasnya.
Pada tahun 2025, DPUPR Blora memfokuskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan guna menjaga tingkat kemantapan jalan di angka 69 persen.
“Jangan sampai turun. Syukur-syukur bisa naik,” imbuhnya.
Menariknya, sepanjang 2025 kanal pengaduan masyarakat DPUPR Blora relatif sepi dari keluhan serius terkait kondisi jalan. Sebaliknya, mayoritas masukan yang diterima justru bernada positif.
“Banyak respons positif. Masyarakat senang karena pembangunan jalan cukup masif,” pungkasnya. (Syae)


















