22 Segmen Jalan Ambles di Wirosari Mulai Diperbaiki, Pemprov Jateng Kucurkan Rp394,65 Juta

Avatar photo
Penanganan titik jalan ambles di ruas Wirosari, Kabupaten Grobogan–Kunduran, Blora. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat perbaikan 22 segmen jalan ambles di ruas Wirosari–Kunduran yang menghubungkan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora. Perbaikan ini dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Ketua Pokja Kabupaten Grobogan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo, menjelaskan bahwa salah satu titik penanganan berada di kilometer 87+400 Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

“Perbaikan jalan ambles di kilometer 87+400 Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan tersebut dibiayai melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Jateng tahun anggaran berjalan senilai Rp394,65 juta,” kata Ketua Pokja Kabupaten Grobogan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Wimas Radit Sumbodo, kemarin.

Ia menerangkan, kerusakan terjadi pada sisi badan jalan yang mengalami penurunan serta perkerasan beton yang sudah rapuh. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor usia konstruksi, tingginya beban kendaraan bertonase berat, serta turunnya tanah dasar di bawah struktur jalan.

Untuk memperkuat konstruksi, beton lama di kedua sisi jalan yang terdampak dibongkar dan diganti dengan beton mutu tinggi tipe FS 45. Langkah ini diambil agar struktur jalan lebih kokoh dan mampu menahan beban lalu lintas berat.

“Penanganan ini penting agar kerusakan tidak melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Wimas menambahkan, pekerjaan di lokasi mencakup 22 segmen pengecoran beton dengan panjang masing-masing enam meter. Jumlah tersebut terdiri atas 11 segmen di setiap sisi jalan, sehingga total panjang penanganan mencapai 66 meter.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kualitas jalan provinsi di wilayah Grobogan,” ujarnya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, sistem lalu lintas diberlakukan buka tutup. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu sementara serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Ruas Wirosari–Kunduran sendiri merupakan jalur vital penghubung antarwilayah yang menunjang mobilitas barang dan jasa.

“Dengan penguatan konstruksi pada titik rawan tersebut, diharapkan ketahanan infrastruktur jalan provinsi semakin terjaga dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *