Kudus Temukan 14 Kasus Baru PMK, Vaksinasi Ternak Digenjot

Avatar photo
Sejumlah ternak di Kudus. (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, menemukan 14 kasus baru penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sepanjang Januari hingga Maret 2026. Menyusul temuan tersebut, pemerintah daerah kini menggenjot vaksinasi untuk menekan penyebaran penyakit pada hewan ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan seluruh kasus yang ditemukan menyerang ternak sapi. Sebagian ternak yang terinfeksi berhasil disembuhkan setelah mendapatkan penanganan intensif, sementara beberapa lainnya terpaksa dilakukan pemotongan paksa.

“Dari belasan kasus PMK tersebut, semuanya menyerang sapi. Alhamdulillah sebagian berhasil sembuh setelah penanganan intensif, sedangkan sisanya ada yang harus dilakukan pemotongan paksa,” kata Arin, kemarin.

Ia mengimbau para peternak sapi, kerbau, maupun kambing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus PMK dengan menjaga kesehatan ternak serta kebersihan kandang.

Menurutnya, peternak diminta segera melapor apabila menemukan gejala klinis PMK pada ternaknya. Ternak yang terindikasi terinfeksi juga harus segera dipisahkan dari ternak lain untuk mencegah penularan.

“Jika ada indikasi klinis PMK segera laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti. Ketika ada temuan, pisahkan dengan ternak lain,” ujarnya.

Arin menjelaskan, masa inkubasi virus PMK umumnya berlangsung selama 14 hari. Karena itu, ternak yang baru dibeli disarankan diisolasi terlebih dahulu selama dua pekan sebelum digabungkan dengan ternak lain.

Selain melalui kontak antarternak, penularan virus PMK juga bisa terjadi melalui perantara manusia. Ia mencontohkan adanya kasus peternak yang tidak membeli ternak baru, namun ternaknya tetap terinfeksi setelah ada calon pembeli yang datang memeriksa ternak.

Untuk menekan penyebaran PMK, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus kini mempercepat program vaksinasi dengan target 2.500 ekor ternak, baik sapi maupun kerbau.

“Saat ini baru 114 ekor ternak yang berhasil divaksin. Setelah libur Lebaran kami akan intensifkan kembali vaksinasi agar temuan kasus PMK bisa ditekan,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian peternak di Kudus sebenarnya sudah memiliki pengetahuan mengenai penanganan dan pencegahan PMK. Hal itu terlihat dari sejumlah kasus yang berhasil sembuh setelah dilakukan pengobatan secara mandiri.

Meski demikian, pihaknya menilai kesadaran peternak dalam menjaga kebersihan kandang masih perlu ditingkatkan karena faktor tersebut menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran virus PMK di lingkungan peternakan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *