Blora, Lintasmuria.com — Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan As Sanusiyyah di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, terus memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Rembang.
Di bawah koordinasi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Fais Ahnaf Abdillah, dapur ini telah melayani sebanyak 2.849 penerima manfaat. Sasaran program mencakup pelajar, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta balita non-PAUD.
Fais menjelaskan, wilayah terjauh yang saat ini dijangkau adalah Dukuh Gendongan, Desa Kedungrejo, yang berada di perbatasan Rembang. Menurutnya, justru daerah-daerah seperti itu menjadi prioritas agar program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Wilayah perbatasan menjadi perhatian kami agar tidak ada masyarakat yang terlewat dari program ini,” ujarnya.
Setiap hari, dapur MBG memproduksi ribuan porsi makanan dengan komposisi gizi seimbang. Menu yang disajikan bervariasi, seperti telur bumbu bali, tumis sayuran yang terdiri dari buncis, wortel, dan jagung, serta dilengkapi susu dan buah pisang raja.
Fais menegaskan, kualitas gizi menjadi perhatian utama dalam penyusunan menu. Selain mengenyangkan, makanan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.
Untuk menjaga keamanan pangan, dapur telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta menerapkan standar sanitasi dan higienitas yang ketat.
Sementara itu, mitra SPPG Gempolrejo, Ahmad Ryan Afriyanto, menyebut operasional dapur didukung oleh 48 relawan yang seluruhnya berasal dari warga setempat. Partisipasi masyarakat lokal dinilai menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Antusiasme relawan sangat tinggi. Selain itu, mereka juga mendapatkan nilai tambah dari pengelolaan barang sisa seperti minyak goreng, kardus, dan krat buah,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada aspek sosial, keberadaan dapur MBG juga turut menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak empat pelaku usaha mikro kecil (UMK) dilibatkan dalam penyediaan bahan baku, mulai dari ayam, beras, bumbu dapur, air galon hingga LPG.
“Kami ingin manfaat program ini dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh penerima bantuan, tetapi juga pelaku usaha di sekitar,” tambahnya. (Red)


















