Semarang, Lintasmuria.com – Tingginya angka kunjungan ke Perpustakaan Daerah Jawa Tengah sepanjang 2025 mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya budaya literasi di tengah masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Jawa Tengah, total kunjungan perpustakaan selama 2025 mencapai 4.377.263 orang. Jumlah itu melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 3.120.000 kunjungan.
Dari total tersebut, sebanyak 4.255.124 pengunjung tercatat datang langsung ke perpustakaan. Sementara 122.139 lainnya mengakses layanan digital melalui aplikasi dan platform iJateng.
Menurut Saleh, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa perpustakaan masih menjadi ruang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.
“Capaian ini tentu sangat membanggakan. Artinya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi terus tumbuh,” ujarnya.
Ia menyebut, perpustakaan saat ini tidak cukup hanya menjadi tempat membaca buku. Lebih dari itu, perpustakaan perlu dikembangkan sebagai pusat edukasi sekaligus ruang aktivitas kreatif masyarakat.
Karena itu, Saleh mendorong agar berbagai kegiatan seperti diskusi, pelatihan, workshop, hingga kegiatan kreatif lainnya semakin rutin digelar di perpustakaan agar mampu menarik lebih banyak pengunjung, khususnya generasi muda.
Selain penguatan aktivitas di perpustakaan, Ketua DPD Golkar Jateng itu juga meminta pemerintah daerah memperluas akses literasi hingga ke pelosok desa. Menurutnya, penguatan perpustakaan desa dan pengembangan layanan digital menjadi langkah penting agar akses pengetahuan dapat dinikmati masyarakat secara merata.
Ia juga menilai pengembangan platform digital seperti iJateng perlu terus dilakukan mengingat generasi muda kini semakin dekat dengan teknologi digital.
Saleh berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk membangun budaya literasi yang lebih baik di Jawa Tengah.
“Literasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Semakin kuat budaya literasi, semakin baik pula kualitas masyarakat,” tandasnya. (Adv)
