Blora, Lintasmuria.com – Nama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini tengah menjadi perhatian publik setelah menyampaikan persoalan jalan rusak di Kabupaten Blora dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah. Keluhan tersebut mendapat respons dari Gubernur Jawa Tengah yang meminta pemerintah daerah melakukan mitigasi dan penanganan sesuai kewenangan serta skala prioritas.
Di balik perannya sebagai orang nomor dua di Kabupaten Blora, Sri Setyorini bukanlah sosok baru dalam dunia pembangunan dan organisasi. Perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha sekaligus aktivis organisasi jasa konstruksi.
Lahir di Blora pada 29 Mei 1959, Sri Setyorini mengawali kiprahnya dari dunia usaha. Pada awal 2000-an, ia dikenal sebagai salah satu tokoh di Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Blora. Organisasi tersebut merupakan asosiasi jasa konstruksi tertua dan terbesar di Indonesia yang banyak berperan dalam pembangunan infrastruktur.
Pengalamannya di sektor konstruksi menjadi modal penting ketika terjun ke dunia politik dan pemerintahan. Selama bertahun-tahun, Sri Setyorini terlibat dalam berbagai organisasi usaha dan ekonomi. Ia juga dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan.
Tak hanya dikenal di kalangan pelaku usaha, Sri Setyorini juga memiliki kedekatan dengan masyarakat Blora. Sapaan Budhe Rini melekat kuat pada dirinya dan menjadi identitas yang mudah dikenali warga.
Sosok Sri Setyorini juga memiliki hubungan keluarga dengan salah satu tokoh nasional. Ia merupakan kakak kandung Agus Andrianto, mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Meski demikian, perjalanan politik Sri Setyorini dibangun melalui kiprahnya sendiri di Blora. Pada Pilkada 2024, ia mendampingi Arief Rohman sebagai calon wakil bupati. Pasangan tersebut kemudian memenangkan kontestasi dan resmi memimpin Kabupaten Blora untuk periode 2025-2030.
Sejak dilantik, Sri Setyorini aktif terlibat dalam berbagai agenda pembangunan daerah. Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Hal itu terlihat saat dirinya menyampaikan kondisi jalan rusak di Blora di hadapan Gubernur Jawa Tengah. Sebagai mantan pelaku jasa konstruksi, Sri Setyorini dinilai memahami pentingnya infrastruktur yang baik untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kini, di tengah tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Blora, Sri Setyorini memikul tugas besar mendampingi Bupati Arief Rohman. Pengalaman panjang di dunia usaha, organisasi konstruksi, dan jejaring yang dimilikinya menjadi modal untuk membantu mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sorotan terhadap dirinya usai isu jalan rusak mencuat pun membuat publik semakin mengenal sosok Budhe Rini, perempuan Blora yang kini berada di barisan terdepan pemerintahan daerah. (Red)
