Rembang, Lintasmuria.com – Misteri penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Dukuh Jurangjero, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, akhirnya terungkap. Kepolisian Resor Rembang memastikan kerangka tersebut merupakan Yatman (78), warga Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, yang dilaporkan hilang sejak April 2025.
Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar mengatakan identitas korban berhasil diketahui setelah keluarga mendatangi petugas dan mengenali sejumlah barang yang ditemukan di lokasi penemuan. Barang-barang tersebut di antaranya kaos bertuliskan SRC yang dikenakan korban serta sandal hitam yang ditemukan di sekitar kerangka.
Menurut keterangan keluarga, Yatman terakhir kali terlihat pada 23 April 2025 sekitar pukul 16.00 WIB ketika meninggalkan rumah anaknya, Rosidah, di Desa Jatimudo. Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali dan keberadaannya tidak diketahui.
Polisi menduga korban tersesat setelah meninggalkan rumah seorang diri. Faktor usia lanjut serta kondisi korban yang sudah pikun diduga menjadi penyebab utama hilangnya korban.
“Korban diketahui mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi dan sering kebingungan karena faktor usia,” kata AKP Alva, Jumat (5/6/2026).
Kerangka tersebut sebelumnya ditemukan warga pada Senin (1/6) saat membersihkan semak belukar di kawasan hutan Petak 5F2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Logede, BKPH Sudo, KPH Mantingan, yang masuk wilayah Dukuh Jurangjero, Desa Sukorejo.
Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Sumber bersama Tim Inafis Polres Rembang dan tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi kerangka guna kepentingan identifikasi.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pencocokan dengan data orang hilang, polisi memastikan kerangka tersebut adalah Yatman yang telah dicari keluarganya selama lebih dari satu tahun.
Keluarga korban menerima hasil identifikasi tersebut dan meyakini kerangka yang ditemukan memang merupakan anggota keluarganya.
Sementara itu, hasil penyelidikan sementara tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia setelah tersesat di kawasan hutan dan tidak mampu menemukan jalan pulang,” ujar Alva.
Meski demikian, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk melengkapi administrasi dan memastikan penyebab kematian korban. Hingga kini, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada peristiwa kriminal. (Red)
