Kudus, Lintasmuria.com – Stok vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kudus, saat ini telah habis. Dinas Pertanian dan Pangan Kudus masih menunggu pasokan vaksin dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan vaksinasi PMK tetap ditargetkan berlanjut setelah pasokan vaksin kembali tersedia.
“Vaksinasi PMK sebanyak 4.500 ekor ini merupakan hasil kerja sejak bulan Januari hingga Agustus 2026,” kata Arin di Kudus, Jumat (28/8/2026).
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.500 ekor ternak telah divaksinasi. Jumlah tersebut terdiri dari sapi dan kerbau yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus.
Dinas Pertanian dan Pangan Kudus menargetkan vaksinasi dapat mencapai 6.000 ekor ternak hingga akhir tahun. Namun, target tersebut masih menunggu ketersediaan vaksin.
“Saat ini kami masih menunggu dropping vaksin PMK dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jateng karena stok yang sebelumnya diterima sudah habis,” ujarnya.
Sambil menunggu pasokan vaksin, petugas tetap melakukan edukasi dan pembinaan kepada peternak. Salah satunya dengan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak.
Arin juga meminta peternak segera mengisolasi ternak apabila menunjukkan gejala yang mengarah pada PMK. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah penularan kepada ternak lainnya.
“Ketika muncul gejala yang identik dengan PMK ternak harus segera diisolasi agar tidak menular. Informasikan segera agar bisa dilakukan pengobatan,” katanya.
Ia menambahkan, Kudus hingga kini belum sepenuhnya terbebas dari PMK. Karena itu, peternak diminta tetap waspada meski jumlah kasus telah menurun.
Sebelumnya, tercatat 24 ekor sapi di Kudus terjangkit PMK. Sebanyak tujuh ekor harus dilakukan potong paksa, sedangkan ternak lainnya berhasil pulih setelah menjalani pengobatan dan terapi. (Red)
