Ribuan Kendaraan Melintas Tiap Pagi, Pembangunan Jembatan Kudus-Demak Dikebut

Avatar photo
Pembangunan tiang jembatan penghubung Kudus-Demak. (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana membangun jembatan permanen yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Jembatan tersebut berada di Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan terhubung dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak, melintasi Sungai Wulan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi atas akses masyarakat yang selama ini masih menggunakan jembatan apung.

“Kami berterima kasih kepada Presiden karena membantu pembangunan Jembatan Setrokalangan yang kebetulan berada di Desa Setrokalangan, Kudus yang menghubungkan dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak,” kata Sam’ani saat meninjau pembangunan jembatan, Jumat.

Menurut Sam’ani, jalur tersebut cukup ramai, terutama pada pagi hari. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 6.000 hingga 7.000 kendaraan melintas pada jam sibuk pagi menuju tempat kerja.

Karena itu, keberadaan jembatan permanen dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas kedua daerah.

Saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 60 persen. Jembatan ditargetkan dapat selesai dan digunakan masyarakat pada akhir 2026.

“Semoga akses ini meningkatkan ekonomi masyarakat, mempercepat perjalanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Teknis Lapangan BBWS Pemali Juana Nisar Suci Raharjo menjelaskan jembatan memiliki panjang keseluruhan 180 meter dengan lebar 1,8 meter. Sementara panjang efektif jembatan sekitar 110 meter.

Jembatan tersebut diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Konstruksinya menggunakan rangka baja dengan struktur abutmen beton.

Nisar mengatakan desain jembatan telah memperhitungkan potensi banjir di Sungai Wulan. Ketinggian jembatan dibuat sekitar 3-4 meter dari muka air saat debit sungai mencapai puncak.

BBWS Pemali Juana juga memperhitungkan potensi sedimentasi di sekitar jembatan yang diperkirakan mencapai 10-20 centimeter.

Pembangunan jembatan menggunakan dana APBN dan masuk dalam paket 1, 2, dan 3 program normalisasi Sungai Wulan dengan anggaran sekitar Rp350 miliar.

Program normalisasi Sungai Wulan ditargetkan berlangsung hingga akhir 2027. Sementara pembangunan jembatan penghubung Kudus-Demak ditargetkan rampung akhir 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *