Bawaslu Blora Launching Buku Proses Pengawasan selama Pemilu 2024, Begini Isinya

Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim (tengah), bersama Anggotanya saat Launching Buku Pengawasan

BLORA, Lintasmuria.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora resmi meluncurkan buku berjudul Ujung Tombak Pengawasan Pemilu di Bumi Samin.
Buku setebal 110 halaman ini menjadi dokumentasi penting dari kinerja Bawaslu selama proses Pemilu 2024 di Kabupaten Blora.

Peluncuran dan bedah buku yang digelar di Blora menghadirkan tiga pembedah terkemuka, yakni akademisi Tri Martana, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora Heri Purnomo, dan Wartawan Jawa Pos Radar Kudus Eko Santoso.

Ketiganya mengapresiasi kehadiran buku ini karena dianggap mendukung semangat literasi sekaligus menjadi referensi terbuka tentang dinamika kepemiluan di Blora. Tri Martana, dalam sesinya menyoroti kata dalam judul buku tersebut, yaitu ujung tombak. Menurutnya, kata ujung tombak memang tepat disematkan untuk menyebut jajaran ad-hoc. Karena merekalah jajaran terdepan dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

Dilanjutkan Hari Purnomo, mengupas isi buku tersebut dari sisi diksi dan bahasa yang digunakan di dalamnya. Menurutnya, dengan membaca judul dari buku, ia mengatakan buku tersebut cukup mudah dipahami masyarakat Blora, walau ada beberapa kata yang ditulis dengan bahasa asing.

Sementara Eko Santoso memandang dari sisi kelebihan dari buku tersebut. Ia mengungkapkan soal isi dan kemasan bahasa yang digunakan dalam penulisannya.

“Buku ini tidak hanya memuat data, tapi juga dikemas dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat umum. Ini membuatnya lebih dari sekadar laporan formal,” ujar Eko Santoso.

Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menjelaskan bahwa buku tersebut adalah catatan perjalanan pengawasan Pemilu 2024

“Kami berharap buku ini mempermudah masyarakat memahami kinerja Bawaslu, khususnya dalam menjalankan tugas pengawasan selama Pemilu,” ungkapnya.

Andyka juga menyoroti pentingnya peran pengawas Pemilu Adhoc dalam menjaga integritas demokrasi.

“Mereka adalah ujung tombak dalam memastikan Pemilu berjalan sesuai prosedur dan substansi. Semoga buku ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk proses demokrasi ke depannya,” tambahnya.

Dengan peluncuran buku ini, Bawaslu Blora membuktikan komitmennya dalam mendukung literasi politik dan demokrasi. Buku ini tidak hanya menjadi rekam jejak pengawasan Pemilu, tetapi juga panduan bagi masyarakat untuk memahami pentingnya peran pengawasan dalam demokrasi. (est-4)

Exit mobile version