IAI Khozinatul Ulum Blora Bedah dan Sanadan Kitab Arbain Nawawi

Avatar photo
Pemateri seminar sedang menyampaikan materi bedah dan sanadan kitab di kampus IAI Khozinatul Ulum Blora

Blora, Lintasmuria.com – Terobosan baru dilakukan Dosen Ushuludin IAI Khozinatul Ulum Blora dengan menyelenggarakan seminar berupa bedah dan sanadan kitab Arbain Nawawi karya Imam Nawawi.

Bertempat di Auditorium IAI Khozinatul Ulum Blora, Selasa (7/1), kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga identitas dan khazanah santri akademisi perguruan tinggi IAI Khozinatul Ulum Blora.

Diawali sambutan KH. Ahmad Zaki Fuad, S.Th.I., M.Ag., dari pihak yayasan. Kegiatan menghadirkan keynote speech yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Abdul Mufid, Lc., M.S.I., Dekan Fakultas Ushuluddin IAI Khozinatul Ulum, yang merupakan profesor dalam bidang keilmuan hadis.

Selain itu dikemas seminar, acara juga menghadirkan dua narasumber yakni: Muhammad Syaiful, S.Pd.I., M.Ag. dan Moh. Abdul Azis Sahlan, S.Th.I., M.Ag.

Seminar ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kajian kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah, termasuk analisis sanad dan isi kitab. Sehingga dapat memperkaya pemahaman peserta terkait ilmu hadis.

Moh. Abdul Azis Sahlan, S.Th.I M.Ag., jebolan dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai narasumber pertama, menyampaikan bahwa kitab Arbain Nawawi merupakan kitab yang ringkas namun memiliki kandungan dasar-dasar keilmuan yang lengkap.

“Kitab ini merupakan kitab yang lengkap. Di dalamnya memuat dasar-dasar keilmuan”, paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kitab ini ada hadis yang menjelaskan tentang keimanan, ibadah, akhlaq mulia, hubungan sosial masyarakat, dan lainnya yang selalu relevan di era modern dengan pendekatan kontemporer saat ini.

Sementara Narasumber kedua, Dr (Can). Muhammad Syaiful, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan secara terperinci macam-macam sanad dan ijazah keilmuan.

“Ada sanad dan ijazah keilmuwan didalamnya, bisa kita aplikasikan,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan ini dikuti oleh mahasiswa dan perwakilan santri dari pondok pesantren dan perwakilan siswa-siswi dari sekolah dan madrasah tingkat MA dan SMK di Kabupaten Blora sekira 100 orang yang antusias dalam mempelajari lebih jauh warisan keilmuan Islam. (Sya)