Blora, Lintasmuria.com – Tragedi kecelakaan air menimpa delapan santriwati Pondok Pesantren Al-Maun Blora saat bermain di aliran Sungai Lusi, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kamis (11/12/2025). Peristiwa itu langsung mendapat respons cepat dari polisi, BPBD, dan tim SAR gabungan.
Upaya pencarian dilakukan sejak Kamis hingga Jumat (12/12) siang. Hingga pukul 16.00 WIB, lima korban berhasil ditemukan. Tiga di antaranya selamat, sementara lima lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala BPBD Blora, Mulyowati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim gabungan yang terlibat dalam pencarian. Ia menjelaskan, proses penemuan jenazah dilakukan di beberapa titik berbeda.
“Alhamdulillah satu jenazah ditemukan pukul 13.10 dan dievakuasi 13.25. Setelah ditemukan langsung dibawa ke RS, disucikan, dan diserahkan kepada keluarga. Korban atas nama Cika, berasal dari Todanan,” ungkapnya.
Penemuan kedua terjadi pukul 14.30 WIB. Korban yang teridentifikasi bernama Sulistya, warga Desa Gempol, juga langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Tak lama berselang, jenazah ketiga ditemukan di wilayah Dluwangan pada pukul 14.45 WIB. Korban bernama Asyifa, warga Ngawungan, Tunjungan, ditemukan cukup jauh dari lokasi awal tenggelam.
“Semua korban ditemukan utuh, tidak ada luka. Karena sudah semalam di sungai. Ini murni laka air,” jelas Mulyowati.
Ia juga menyebutkan bahwa salah satu korban, Syifa, saat ditemukan tampak seperti melambaikan tangan. Diduga itu adalah gerakan terakhir korban saat berusaha meminta pertolongan sebelum tenggelam.
Selain itu, BPBD Blora turut mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memperketat pengawasan kegiatan luar ruang bagi siswa maupun santri agar kejadian serupa tidak terulang. (Syae)
