Produksi Sampah Jepara Capai 479 Ton per Hari, Ini Kecamatan Penyumbang Terbanyak

Avatar photo
TPA Bandengan, Jepara. (Istimewa)

Jepara, Lintasmuria.com – Produksi sampah di Kabupaten Jepara, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, timbulan sampah saat ini diperkirakan mencapai 479 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Jepara, Eko Yudy Novianto, menjelaskan bahwa dari total produksi harian tersebut, sekitar 152 ton diangkut dan ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kecamatan Jepara.

“Sampah yang masuk ke TPA ini masih sebagian kecil. Yang lainnya dikelola kelompok masyarakat atau individu,” ujar Yudy, Senin (2/3/2026).

Menurut Yudy, angka produksi 479 ton per hari diperoleh dari perhitungan jumlah penduduk Jepara sebanyak 1,29 juta jiwa yang rata-rata menghasilkan 0,37 kilogram sampah per orang setiap hari. Namun demikian, jumlah produksi sampah di tiap kecamatan tidak sama karena dipengaruhi jumlah penduduk dan tingkat aktivitas masyarakat.

Dari 16 kecamatan yang ada di Jepara, delapan wilayah tercatat sebagai penyumbang sampah terbanyak berdasarkan volume yang masuk ke TPA Bandengan. Kecamatan Kalinyamatan menempati urutan teratas dengan 535.380 kilogram per hari, disusul Kecamatan Jepara 130.100 kilogram dan Welahan 115.880 kilogram.

Selanjutnya, Kecamatan Mayong menghasilkan 98.191 kilogram per hari, Tahunan 87.570 kilogram, Pecangaan 86.980 kilogram, Bangsri 36.520 kilogram, dan Kedung 22.910 kilogram.

“Delapan kecamatan itu terbanyak berdasarkan sampah yang masuk ke TPA Bandengan,” jelasnya.

Untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA, DLH Jepara terus mendorong gerakan pengurangan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyosialisasikan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan 14 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui fasilitas tersebut, lebih dari 28 ribu ton sampah setiap tahun berhasil diolah menjadi kompos maupun bahan baku daur ulang.

Upaya kolaborasi dengan bank sampah juga terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada TPA sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *