Dinamika DPRD Blora Memanas, Wakil Ketua DPRD Serukan Soliditas dan Prioritaskan Kepentingan Publik

Avatar photo
Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Chandra Tirtaka. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Dinamika politik di DPRD Kabupaten Blora belakangan ini menjadi perhatian publik menyusul adanya sikap boikot dari Fraksi PDIP dalam agenda rapat paripurna. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Chandra Tirtaka mengajak seluruh anggota dewan untuk tetap menjaga soliditas serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segala perbedaan politik.

Chandra menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Perbedaan pandangan dan sikap politik, menurutnya, justru menjadi bagian penting dalam memperkaya diskursus kebijakan di lembaga legislatif. Namun demikian, ia mengingatkan agar dinamika tersebut tidak berlarut-larut hingga mengganggu jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Perbedaan itu hal yang biasa dalam politik. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita tetap solid sebagai lembaga dan tidak melupakan tujuan utama kita, yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Chandra, Jumat (1/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antarfraksi untuk menyelesaikan setiap persoalan secara bijak. Dengan dialog yang konstruktif, Chandra optimistis setiap perbedaan dapat menemukan titik temu tanpa harus mengorbankan agenda-agenda strategis daerah.

Menurutnya, DPRD sebagai representasi rakyat memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan berbagai program pembangunan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, seluruh anggota dewan diharapkan mampu menahan diri dan mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi setiap dinamika yang muncuat.

Chandra juga mengajak semua pihak untuk melihat situasi ini sebagai momentum memperkuat kelembagaan DPRD. Ia percaya bahwa dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, DPRD Blora dapat terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik. Jangan sampai dinamika internal justru berdampak pada kepentingan publik,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh fraksi dapat kembali duduk bersama dan membangun kesepahaman demi keberlangsungan roda pemerintahan daerah yang kondusif. Stabilitas politik di tingkat daerah, menurut Chandra, menjadi kunci penting dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *