Rembang, Lintasmuria.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rembang masih melakukan penyelidikan terkait penemuan kerangka manusia tanpa identitas di kawasan hutan Petak 5F2 RPH Logede BKPH Sudo KPH Mantingan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.
Kerangka tersebut ditemukan oleh warga yang tengah membersihkan lahan hutan pada Senin (2/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Kapolsek Sumber AKP Pujiono mengatakan, setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Sumber bersama Tim Inafis Polres Rembang, Tim Resmob, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sumber segera menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi belum dapat memastikan identitas korban maupun penyebab kematiannya. Kondisi yang ditemukan di lokasi hanya berupa kerangka manusia dengan sisa-sisa pakaian yang telah rusak.
“Hasil pemeriksaan awal belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian korban karena yang ditemukan hanya kerangka dan sisa pakaian yang sudah rusak,” kata Pujiono.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga memperoleh informasi dari seorang warga yang mengaku pernah mencium bau menyengat di sekitar lokasi pada Februari 2025 saat mencari pakan ternak. Namun saat itu sumber bau tidak berhasil ditemukan karena area tersebut masih dipenuhi semak belukar.
Menurut Pujiono, keterangan saksi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang akan didalami penyidik untuk memperkirakan waktu kematian korban.
“Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang akan didalami penyidik untuk memperkirakan waktu kematian korban,” ujarnya.
Hingga kini, petugas belum menemukan identitas maupun barang-barang yang dapat mengarah pada jati diri korban. Selain itu, kondisi kerangka yang sudah tidak utuh menjadi kendala dalam proses identifikasi.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kerangka tersebut telah dievakuasi ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang guna menjalani pemeriksaan forensik yang lebih mendalam.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir agar segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membantu proses identifikasi.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematian,” kata Pujiono. (Red)
