Pemkab Kudus Perpanjang Program Pertukaran Pelajar dan Guru, Libatkan 352 Peserta

Avatar photo
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat memasangkan rompi dalam upacara pelepasan peserta program pertukaran pelajar dan guru di halaman SMP 2 Jati Kudus. (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menggelar program pertukaran pelajar dan guru bagi sekolah negeri dan swasta jenjang SD dan SMP. Program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas antarsekolah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, peserta akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh di sekolah tujuan sehingga memperoleh pengalaman baru yang tidak didapatkan di sekolah asal.

“Melalui program pertukaran ini para siswa dan guru akan memperoleh pengalaman baru yang tidak didapatkan di sekolah asal. Selama mengikuti program, peserta akan menjalani proses belajar mengajar secara penuh di sekolah tujuan serta berinteraksi dengan warga sekolah melalui berbagai kegiatan kolaboratif,” kata Sam’ani usai memimpin upacara pelepasan peserta di halaman SMP Negeri 2 Jati Kudus, Senin (21/7/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut juga memberi kesempatan kepada peserta untuk mengenal lingkungan belajar yang berbeda serta melihat langsung ekosistem pendidikan di sekolah lain.

Menurut Sam’ani, pertukaran pelajar dan guru merupakan bagian dari strategi Pemkab Kudus untuk memperkecil kesenjangan mutu antara sekolah favorit dan nonfavorit. Setelah program berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan peserta maupun kondisi sekolah sebagai bahan penyusunan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan.

“Tujuannya agar gap kualitas antarsekolah semakin kecil, sehingga perbedaannya tidak terlalu mencolok,” ujarnya.

Pelaksanaan tahun ini berlangsung selama dua pekan, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Durasi tersebut lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berlangsung satu pekan.

Program tahun ini diikuti 290 siswa dari 53 sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta. Rinciannya, sebanyak 210 siswa berasal dari 33 SMP dan 80 siswa dari 20 SD. Selain itu, sebanyak 62 guru dari 31 SMP turut mengikuti program pertukaran mengajar.

Sam’ani mengungkapkan, selain durasi yang diperpanjang, pelaksanaan tahun ini juga menjadi yang pertama melibatkan guru dalam program pertukaran.

Ia meminta seluruh peserta, guru, dan kepala sekolah menyusun buku harian selama mengikuti kegiatan. Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan peningkatan kualitas sekolah, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, metode pembelajaran, maupun pengembangan kompetensi guru dan siswa.

Salah seorang peserta, M. Kowiyul Amin dari SMP Duta Aswaja, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Bersama lima rekannya, ia akan belajar di SMP Negeri 3 Bae selama dua pekan.

“Saya senang bisa mendapatkan pengalaman baru dan mengenal suasana belajar di sekolah lain,” ujarnya.

Antusiasme serupa disampaikan Nabila, siswi SD 1 Mlati Lor yang akan mengikuti pembelajaran di SD 1 Wergu Wetan. Ia mengaku senang karena dapat menambah pengalaman sekaligus memperoleh teman baru.

Dukungan juga datang dari orang tua peserta. Siti Mukminah, orang tua siswa SD 4 Loram Wetan, menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak.

“Saya mendukung program ini, karena bisa menambah pengalaman anak. Kami juga siap mengantar dan menjemput selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kudus Abdul Rochim mengatakan delapan siswanya mengikuti pertukaran pelajar ke SMP Negeri 1 Bae. Selain itu, dua guru dari sekolahnya juga ditugaskan mengajar di SMP Negeri 1 Kaliwungu dalam program pertukaran guru. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *