Jakarta, Lintasmuria.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menanggapi foto yang viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah siswa menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas yang roboh di SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan.
Menurut Sudaryono, kondisi bangunan sekolah yang rusak tidak berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan, kerusakan tersebut telah terjadi sebelum program makan bergizi dijalankan oleh pemerintah.
“Dulu enggak ada MBG, kan sekolah itu rusak bukan setelah ada MBG. Betul enggak? Kita objektif saja, sekolah itu memang rusak sebelum ada program MBG. Ini sekarang oleh Presiden diperbaiki,” kata Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).
Ia mengimbau masyarakat yang menemukan sekolah dengan kondisi bangunan tidak layak agar melaporkannya melalui mekanisme resmi yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Sudaryono menilai, mengaitkan kerusakan infrastruktur sekolah dengan Program MBG merupakan perbandingan yang tidak tepat.
“Jadi sebetulnya cukup simpel, kalau ada sekolah rusak yang kau temukan, itu cukup lapor, ada portalnya di Dikdasmen pasti diperbaiki, ini kan masalahnya kan enggak fair ya,” katanya.
Meski begitu, ia menyatakan tetap menghormati berbagai kritik yang muncul di tengah masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Ini sesuatu yang menurut saya tidak fair. Tapi enggak apa-apa, ya itu bagian dari dinamika kita berdemokrasi, enggak ada masalah ya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menjelaskan bahwa fokus utama BGN adalah memastikan seluruh proses penyelenggaraan Program MBG berjalan sesuai standar, mulai dari kebersihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kualitas makanan, hingga kandungan gizi yang diberikan kepada para siswa.
“Sesuai kandungan gizinya dan disukai anak-anak, anak-anak habis makan, kemudian nanti impact dan juga outcome-nya anak-anak itu kemudian jadi bagus, (yaitu) terbebas dari stunting, pertumbuhan yang baik dan lain-lain,” kata dia.
Karena itu, Sudaryono kembali mengajak masyarakat untuk melaporkan persoalan infrastruktur sekolah langsung kepada Kemendikdasmen, tanpa mengaitkannya dengan pelaksanaan Program MBG.
“Kalau Anda temukan sekolah rusak, ya sudah sekolah rusaknya difoto-foto, dilaporin saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG karena enggak nyambung, mohon maaf,” tuturnya.


















