Anggaran Buku Tak Ada, Dinarpusda Grobogan Andalkan Karya Penulis Lokal

Avatar photo
Kepala Dinarpusda Grobogan Supriyanto. (Istimewa)

Grobogan, Lintasmuria.com – Keterbatasan anggaran pengadaan buku akibat kebijakan efisiensi tidak menyurutkan langkah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Grobogan untuk memperkaya koleksi bacaan.

Berbagai cara ditempuh, salah satunya melalui pengembangan kemampuan menulis masyarakat. Dinarpusda menggencarkan bimbingan teknis (Bimtek) kepenulisan yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Selain menghasilkan karya yang nantinya dapat menjadi tambahan koleksi perpustakaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menggali dan mendokumentasikan potensi serta kekayaan budaya Kabupaten Grobogan.

Kepala Dinarpusda Grobogan Supriyanto mengatakan, pelatihan kepenulisan tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

”Antusiasmenya sangat baik, ada 70 peserta. Mereka dari guru, pengelola taman baca, sampai kepala desa,” ujar dia.

Dari kegiatan tersebut, sejumlah karya peserta saat ini masih memasuki tahapan penerbitan. Dinarpusda selaku penyelenggara nantinya memperoleh 90 eksemplar buku yang dihasilkan melalui program tersebut.

Selain mendorong lahirnya karya baru, Dinarpusda juga membuka kesempatan bagi pihak lain untuk berkontribusi melalui hibah buku.

Tahun ini, Aliansi Guru Penulis Grobogan (AGPG) dijadwalkan menyerahkan sebanyak 900 buku hasil karya mereka untuk menambah koleksi perpustakaan daerah.

”Kami terbuka jika ada yang ingin suka rela menambah koleksi, seperti AGPG akan menghibahkan 900 buku karyanya untuk koleksi di sini,” kata dia.

Supriyanto menilai dukungan berupa hibah buku sangat membantu, terutama karena Dinarpusda tidak memiliki anggaran pengadaan buku akibat efisiensi.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai hambatan untuk menjalankan tugas meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat.

”Walaupun ada efisiensi anggaran, tidak jadi masalah dan kendala untuk kami menambah koleksi buku,” kata dia.

Menurut Supriyanto, penguatan literasi merupakan bagian dari tanggung jawab Dinarpusda sebagai organisasi perangkat daerah. Karena itu, keterbatasan anggaran justru mendorong pihaknya mencari pola lain agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan bacaan tetap terpenuhi.

”Program itu sesuai slogan kami, sederhanakan perkataan, perhebat tindakan dalam pelayanan masyarakat Grobogan,” kata dia.

Selain penambahan koleksi, Dinarpusda juga tetap menjalankan program untuk menjaga geliat literasi di tengah masyarakat. Salah satunya dengan rutin menggelar lomba perpustakaan.

Supriyanto berharap kompetisi tersebut dapat mendorong pengelola perpustakaan maupun komunitas untuk semakin aktif mengembangkan layanan dan kegiatan literasi.

”Lomba perpustakaan akan terus digelar, dengan hadiah yang cukup besar harapannya jadi pemicu untuk terus mengembangkan kepustakaan,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *