Pipa Utama PDAM Blora Putus, 7.000 Pelanggan di 4 Kecamatan Terdampak

Avatar photo
Perbaikan pipa yang putus. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Distribusi air bersih PDAM Blora terganggu setelah pipa utama berdiameter 16 inci mengalami kerusakan di kawasan Jembatan Kendilan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kerusakan tersebut berdampak terhadap sekitar 7.000 pelanggan yang tersebar di empat kecamatan. Pipa tersebut merupakan jaringan utama yang menyalurkan air ke wilayah Kecamatan Sambong, Jiken, Jepon, hingga Blora.

Manajer Produksi dan Distribusi PDAM Blora, Arief Rahman Hakim, mengatakan perbaikan telah dilakukan sejak Jumat. Namun, proses pengerjaan menghadapi kendala karena posisi pipa berada cukup dalam di bawah jalan nasional ruas Blora-Cepu.

”Kami terkendala kebocoran di distribusi utama, tepatnya di Jembatan Kendilan. Pipa yang mengalami kerusakan berdiameter 16 inci,” ujarnya.

Menurut Arief, pipa yang mengalami kerusakan merupakan jenis HDPE. Dari hasil pemeriksaan, pipa tersebut diduga putus pada kedalaman sekitar 6 hingga 8 meter.

Kondisi itu membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama. Terlebih, pipa tersebut sebelumnya dipasang menggunakan metode horizontal directional drilling (HDD) di sisi barat Jembatan Kendilan.

”Pipa dipasang dengan metode horizontal directional drilling yang di pasang di sisi barat Jembatan Kendilan. Karena posisinya cukup dalam, proses perbaikan membutuhkan waktu,” jelasnya.

Setelah dilakukan penggalian dengan bantuan alat berat, tim PDAM akhirnya berhasil menemukan titik kerusakan pipa. Posisi pipa kini sudah terlihat di bawah lapisan cor jalan.

”Alhamdulillah, hari ini sudah menemukan titik temu kondisi pipa di bawah lapisan cor. Saat ini pipa sudah terlihat. Harapannya hari ini bisa dilakukan penyambungan,” katanya.

Setelah bagian pipa yang putus berhasil dieksekusi, petugas akan melakukan penyambungan kembali sesuai prosedur teknis untuk pipa HDPE.

Sementara itu, Manajer Pelanggan dan Humas PDAM Blora, Ferry Budi Cahyanto, mengatakan gangguan pada jaringan utama tersebut berdampak cukup luas terhadap pelanggan.

”Jaringan tersebut mengaliri empat kecamatan, yakni Sambong, Jiken, Jepon, dan Blora. Kami mohon maaf kepada para pelanggan atas gangguan ini,” ungkapnya.

Ferry menjelaskan, kerusakan tersebut terjadi secara tiba-tiba sehingga sebelumnya tidak dapat diprediksi. Gangguan semakin terasa karena pipa yang mengalami kerusakan merupakan bagian dari jaringan distribusi utama.

Pihak PDAM juga menerima banyak keluhan dari pelanggan selama proses perbaikan berlangsung. Aduan disampaikan melalui media sosial maupun secara langsung ke kantor PDAM.

”Komplain sudah banyak yang masuk melalui media sosial maupun ke kantor. Kami jelaskan dan edukasi mengenai kendala yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya. (Syae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *