Blora, Lintasmuria.com – Pengadaan kaos cinderamata pelatihan petani tembakau senilai ratusan juta rupiah oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora batal diproses sistem. Paket yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu kini berstatus “Paket Gagal” di portal Inaproc.
Berdasarkan data pada portal pengadaan tersebut, nilai paket mencapai Rp151,1 juta untuk pembelian 960 kaos cinderamata pelatihan. Dengan demikian, harga per kaos diperkirakan sekitar Rp157.500.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHPP) DP4 Blora, Rosalia Diah Erawati, membenarkan bahwa pengadaan tersebut belum dilanjutkan.
“Batal oleh sistem karena tidak ditindaklanjuti. Belum kami perbarui lagi,” ujar Rosalia, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, kelanjutan pengadaan kaos tersebut masih menunggu arahan Kepala DP4 Blora, Ngaliman. Hingga kini, keputusan apakah pengadaan akan dilanjutkan atau tidak masih dalam pembahasan internal.
“(Tetap diadakan?) Tergantung Pak Alim bagaimana,” katanya singkat.
Rosalia menjelaskan, kaos tersebut sedianya dipersiapkan sebagai cinderamata untuk peserta pelatihan petani tembakau di 12 kecamatan sasaran. Program pelatihan itu merupakan bagian dari kegiatan peningkatan kapasitas petani tembakau yang didanai DBHCHT.
Ia menyebut, kegiatan serupa juga pernah dilakukan pada tahun sebelumnya, namun dengan cakupan pelatihan dan jumlah peserta yang lebih sedikit.
“Tahun ini pelatihannya banyak, dan sekarang juga tidak boleh ada uang saku,” ujarnya.
DP4 Blora sendiri tahun ini menyiapkan dua jenis pelatihan, yakni pengenalan varietas baru tembakau bernama Kasturi Baru dan pelatihan pemurnian varietas lokal tembakau Blora agar memperoleh sertifikasi benih resmi.
“Tembakau Blora didaftarkan supaya nanti ada sertifikat benihnya. Jadi varietas lokal Blora yang bersertifikat,” jelasnya.
Ia menerangkan, proses sertifikasi varietas lokal membutuhkan tahapan pengujian yang cukup panjang, bahkan bisa mencapai tiga tahun.
“Benih itu harus terdaftar resmi. Ada berbagai uji selama tiga tahun, termasuk bagaimana perlakuan terhadap tanaman tembakau,” katanya.
Sementara itu, pelatihan pengenalan varietas baru dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang. Namun terkait pengadaan kaos cinderamata, DP4 Blora masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut. (Red)


















