Semarang, Lintasmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Menurutnya, perhatian terhadap pemenuhan gizi kelompok rentan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Dukungan tersebut disampaikan Saleh usai mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, belum lama ini. Dalam kunjungan itu, rombongan juga memantau langsung kondisi keluarga yang masuk kategori risiko stunting.
Saleh menegaskan, program MBG untuk kelompok 3B memiliki peran strategis karena menyasar kelompok yang paling membutuhkan perhatian dalam upaya pencegahan stunting. Ia mengingatkan agar penyaluran program dilakukan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini sangat strategis karena menyasar kelompok yang menjadi kunci dalam pencegahan stunting. Yang paling penting adalah ketepatan sasaran. Jangan sampai tidak diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Politikus asal Jawa Tengah itu juga menilai pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh perhatian terhadap kesehatan dan asupan gizi anak sejak awal kehidupan.
“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi soal masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi emas Indonesia tahun 2045,” tambahnya.
Ia berharap program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat, agar target penurunan angka stunting di Indonesia dapat tercapai secara maksimal. (Adv)


















