Kudus, Lintasmuria.com — Aset bangunan Stadion Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang akan dibongkar untuk pembangunan stadion baru, berhasil terjual melalui lelang dengan nilai mencapai Rp3,017 miliar. Angka tersebut jauh melampaui nilai limit yang ditetapkan sebesar Rp969,34 juta.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, mengatakan proses lelang dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang pada Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, tingginya nilai penawaran memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kabupaten Kudus karena hasil lelang mencapai lebih dari tiga kali lipat dari harga limit yang ditetapkan.
“Pemenang lelang atas nama Pitria dari Pekanbaru dengan penawaran tertinggi sebesar Rp3.017.345.000,” ujarnya.
Minat peserta lelang juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 146 peserta ikut bersaing dalam proses penawaran aset bangunan stadion tersebut.
Pemenang lelang diwajibkan melunasi pembayaran paling lambat lima hari kerja setelah penetapan pemenang atau hingga 10 Juni 2026.
Sebelum pelaksanaan lelang, Pemkab Kudus telah membuka kesempatan bagi calon peserta untuk meninjau langsung kondisi bangunan Stadion Wergu Wetan. Dari bangunan yang akan dibongkar tersebut masih terdapat sejumlah material dan komponen yang dinilai memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali.
Penghapusan aset stadion lama dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan stadion baru yang akan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Stadion pengganti tersebut dirancang memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC) dengan kapasitas sekitar 8.000 penonton dan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp225 miliar.
Saat ini, tahapan perencanaan pembangunan stadion baru diperkirakan rampung pada Mei 2026. Selanjutnya, proses lelang proyek konstruksi oleh pemerintah pusat dijadwalkan dimulai pada Juni 2026, bersamaan dengan dimulainya pembongkaran stadion lama oleh Pemkab Kudus.
Adapun pekerjaan konstruksi fisik diproyeksikan mulai berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 dengan skema pembangunan multiyears. (Red)

















