Kemendikdasmen Gelontorkan Rp1,45 Miliar untuk Revitalisasi SLB Negeri di Kudus

Peletakan batu pertama. (Istimewa)

Kudus, Lintasmuria.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari, Kabupaten Kudus, memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,45 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru serta fasilitas toilet guna mendukung proses belajar mengajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan telah dimulai yang ditandai dengan peletakan batu pertama di lingkungan SLB Negeri Purwosari, Jumat (31/7/2026). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Anggaran sebesar Rp1,45 miliar digunakan untuk membangun tiga ruang kelas baru dan toilet,” ujar Abdul Mu’ti.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan berbagai jenis buku bacaan yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Bantuan itu meliputi audiobook, buku visual, buku braille, serta bahan bacaan lainnya.

Abdul Mu’ti menyempatkan berdialog dengan sejumlah siswa yang sedang membaca buku braille. Menurutnya, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar dan memanfaatkan bahan bacaan yang diberikan.

Ia menjelaskan, pada hari yang sama pemerintah juga melepas distribusi 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah dasar dan menengah pertama di seluruh Indonesia.

Selain itu, Abdul Mu’ti menanggapi usulan dari pihak sekolah terkait kebutuhan Panel Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel. Ia menyebut pemerintah berkomitmen menambah perangkat tersebut menjadi tiga unit di setiap satuan pendidikan, dari sebelumnya hanya satu unit.

Menurutnya, pemanfaatan PID di SLB Negeri Purwosari sudah berjalan dengan baik. Bahkan para guru dinilai mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan belajar siswa.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Purwosari Edi S. Jito mengatakan bantuan revitalisasi tersebut akan digunakan membangun ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran maupun berbagai aktivitas sekolah, selain pembangunan toilet.

Ia mengungkapkan kebutuhan ruang belajar di sekolah masih jauh dari ideal. Dengan jumlah sekitar 240 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA, sekolah masih membutuhkan sedikitnya 12 ruang kelas tambahan.

Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris atas hibah lahan di sisi utara sekolah. Menurutnya, tambahan lahan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan area yang selama ini menghambat pengembangan fasilitas sekolah.

“Selama ini kendala utama kami adalah keterbatasan lahan. Dengan adanya hibah dari Pemkab Kudus, pengembangan sekolah termasuk pembangunan tiga ruang kelas baru bisa diwujudkan,” katanya. (Red)

Exit mobile version