136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Mengeluh Sakit Usai Santap MBG, SPPG Diusulkan Ditutup

Avatar photo
Pemeriksaan kesehatan siswa SMAN 1 Tunjungan, Blora. (Istimewa)

Blora, Lintasmuria.com – Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 diusulkan untuk ditutup permanen.

Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan, seperti mules, diare, muntah, pusing, hingga lemas. Keluhan tersebut muncul pada Selasa (8/9/2026), sehari setelah mereka menerima dan mengonsumsi MBG yang disalurkan SPPG Sukorejo 2 pada Senin (7/9).

Siswa yang mengalami keluhan kemudian dikumpulkan pihak sekolah di aula untuk menjalani pemeriksaan petugas kesehatan. Mereka berasal dari kelas X, XI, hingga XII.

Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Tutik, mengatakan dari total 1.180 siswa, sementara tercatat 133 siswa mengalami gejala. Jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan.

“Ini sementara diperiksa oleh petugas puskesmas. Ada yang mengeluh pusing, diare, dan muntah,” ujarnya.

Sejumlah siswa mengalami kondisi cukup lemah sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Bahkan, seorang siswi dirujuk ke Klinik Citra Mulia karena mengalami lemas disertai keluhan pada detak jantung.

Meski muncul sehari setelah konsumsi MBG, Dinkesda belum dapat memastikan bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan yang dibagikan.

“Untuk memastikan apakah keracunan MBG, kita belum tahu karena kita belum sidak ke SPPG. Ini terindikasi setelah makanan MBG yang kemarin,” jelas Tutik.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Blora yang juga Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengatakan persoalan di SPPG Sukorejo 2 bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, SPPG tersebut telah dua kali mendapatkan peringatan.

“Sudah kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Ya, mau enggak mau kami harus mengusulkan tutup,” tegasnya.

Sri menyebut pihaknya akan mengusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup secara permanen. Pihaknya juga akan mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengembalian penerima manfaat yang sebelumnya mendapatkan alokasi anggaran dari SPPG tersebut.

Sorotan terhadap SPPG Sukorejo 2 juga muncul dari kualitas makanan yang dibagikan. Menu MBG pada Senin (7/9) terdiri atas nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, rebusan brokoli, dan jagung manis.

Selain itu, terdapat laporan temuan benda yang disebut menyerupai belatung pada sayuran brokoli di lokasi penerima manfaat lainnya. Temuan tersebut masih perlu ditelusuri untuk memastikan sumber dan penyebabnya.

“Di Al-Banjari bahkan ada belatungnya,” jelas Sri.

Salah seorang siswa, Nino Alfiansah, mengaku mengalami mules setelah menyantap MBG.

“Saya mengalami mules, Mas,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Diandra mengaku mengalami diare, mules, lemas, dan pusing. Ia bahkan mengaku buang air besar hingga enam kali.

“Saya diare, mules, lemas, dan pusing. Mencret sampai enam kali,” ungkapnya.

Sebagai langkah sementara, pembagian MBG kepada siswa SMAN 1 Tunjungan pada Selasa (8/9) dihentikan. Para siswa juga dipulangkan lebih awal untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dinkesda Blora masih melakukan investigasi guna memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Pemeriksaan terhadap siswa, makanan yang dikonsumsi, serta SPPG Sukorejo 2 dilakukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan MBG. (Syae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *