Sempat Terisolir Longsor, Jalan Menuju Desa Tempur Jepara Kini Diaspal Hotmix Rp4,9 Miliar

Avatar photo
Jalan menuju Desa Tempur Jepara. (Istimewa)

Jepara, Lintasmuria.com – Akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, segera kembali nyaman dilalui. Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran Rp4,9 miliar untuk memperbaiki sekaligus mengaspal hotmix ruas Jalan Damarwulan-Tempur.

Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan akses menuju Desa Tempur yang sebelumnya sempat terputus akibat bencana tanah longsor pada Maret 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara Hery Yulianto mengatakan, pengerjaan pengaspalan ruas jalan tersebut kini memasuki tahap akhir.

“Pengaspalan badan jalan jalur utama menuju dan dari Desa Tempur memasuki tahap pengerjaan akhir. Diperkirakan, pertengahan pekan ini badan jalan sepanjang 16,99 kilometer itu seluruhnya mulus diguyur aspal hotmix dan dilengkapi marka jalan,” kata Hery.

Menurutnya, pengaspalan dilakukan pada ruas yang menghubungkan Damarwulan hingga Duplak. Jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju Desa Tempur yang juga dikenal sebagai salah satu desa wisata di Jepara.

Pekerjaan dimulai sejak awal Agustus 2026 menggunakan anggaran APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp4,9 miliar.

Tak hanya dilapisi aspal, sejumlah titik juga mendapatkan penanganan tambahan. Jalan diperlebar dan beberapa bagian dibeton, terutama pada tikungan yang memiliki kontur curam dan tajam.

“Dua hingga tiga hari sudah rampung semua. Tinggal finishing saja, nanti juga diberi marka jalan. Ini juga bagian Jepara Mulus sesuai instruksi Bupati Jepara Witiarso Utomo,” ujarnya.

Sebelumnya, akses utama menuju Desa Tempur mengalami gangguan serius setelah tebing setinggi sekitar 100 meter di Desa Damarwulan longsor pada Maret 2026.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan berukuran besar menutup badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga Desa Tempur ikut terdampak.

Untuk tetap menjalankan aktivitas, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Jalur tersebut membuat perjalanan menjadi lebih jauh karena harus memutar melalui wilayah Kabupaten Pati.

Pemkab Jepara kemudian membuka jalur alternatif menuju Tempur melalui Jalan Sumanding, Kecamatan Kembang. Jalur tersebut disiapkan karena akses utama menuju Desa Tempur juga cukup sering terdampak bencana tanah longsor.

Dengan rampungnya pengaspalan Jalan Damarwulan-Tempur, akses utama menuju Desa Tempur diharapkan kembali lancar dan mendukung mobilitas warga maupun aktivitas pariwisata di kawasan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *